Jakarta kembali digenangi air. Hujan yang mengguyur tanpa henti sejak dini hari hingga sore, membuat sejumlah wilayah di ibu kota terendam banjir. Situasinya cukup pelik.
Berdasarkan data terbaru dari BPBD DKI Jakarta yang dihimpun hingga pukul tiga sore, banjir telah melanda 45 RT dan merendam 22 ruas jalan. Genangan air itu tersebar di berbagai titik, mengganggu aktivitas dan lalu lintas warga.
Menghadapi ancaman ini, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan langkah darurat. Operasi modifikasi cuaca (OMC) akan ditingkatkan frekuensinya menjadi dua kali dalam sehari. Tujuannya jelas: meredam intensitas hujan yang mengguyur Jakarta.
"Tadi pagi kami sudah menerbangkan pesawat untuk OMC, bekerja sama dengan BMKG Pusat," ujar Pramono.
"Sebenarnya, tanpa modifikasi ini, hujan pasti masih akan turun deras. Tapi sejak pukul 7.30 pagi, kami sudah melakukan upaya tersebut."
Harapannya, langkah teknis ini bisa memangkas curah hujan. Apalagi prediksi dari BMKG cukup mengkhawatirkan: hujan berpotensi turun terus-menerus selama delapan jam penuh.
"Hari ini kita akan terbangkan dua kali. Mudah-mudahan saja curah hujan di Jakarta nggak separah prediksi, yang katanya bisa delapan jam lamanya. Semoga bisa dimonitor dengan baik," tambahnya.
Tak hanya itu, Pramono juga menyebut koordinasi dengan BMKG telah diperluas. Ia ingin upaya modifikasi cuaca tidak hanya terpusat di Jakarta, tetapi juga menjangkau wilayah penyangganya.
Artikel Terkait
Angke Hulu Siaga 1, 154 RT di Jakarta Tergenang Akibat Hujan Tak Henti
154 RT dan 20 Jalan Masih Tergenang, Jakarta Tenggelam di Tengah Malam
Arcandra Tahar Bantah Tahu Soal Perubahan Aturan ESDM di Sidang Korupsi
Longsor Guncang Perumahan Cikarang, Jalan Terputus dan Rumah Retak Menganga