Di tengah forum ekonomi paling bergengsi di dunia, Presiden Prabowo Subianto justru bercerita tentang dapur dan piring-piring makanan. Bukan sembarang makanan, tapi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang jadi andalannya. Dalam pidato kunci di World Economic Forum di Davos, Swiss, Kamis lalu, ia memaparkan capaian program itu dengan angka-angka yang membuat audiens berdecak.
Menurut Prabowo, dalam setahun program ini sudah menjangkau lebih dari 50 juta penerima manfaat. Tapi rinciannya yang lebih menarik.
"Saat ini, dalam satu tahun, kami telah mencapai 21.102 dapur yang melayani seluruh negeri," ujarnya.
"Hingga tadi malam, kami memproduksi 59,8 juta makanan untuk 59,8 juta anak-anak, ibu, dan lansia yang tinggal sendirian. Mereka menerima makanan ini setiap hari."
Lalu datanglah perbandingan yang mengejutkan. Dengan nada percaya diri, Prabowo menyebut bahwa dalam waktu sekitar sebulan lagi, skala produksi harian MBG akan mengalahkan raksasa makanan cepat saji global.
"Sebagai perbandingan, dalam waktu sekitar satu bulan, kami akan melampaui 68 juta makanan per hari yang diproduksi McDonald's," katanya.
Pernyataan itu langsung disambut tepuk tangan dan tawa riuh hadirin. Ia melanjutkan, tahun ini pemerintah punya target yang lebih ambisius: 82,9 juta makanan per hari. Semua anak Indonesia, sejak dalam kandungan hingga usia 18 tahun, bakal merasakan manfaatnya.
Prabowo lalu menggambarkan perjalanan panjang McDonald's untuk mencapai angka produksinya sekarang. "Saya rasa McDonald's memulai dapur pertamanya pada tahun 1940. Untuk mencapai 68 juta, mereka membutuhkan waktu lima dekade lebih," ceritanya.
Artikel Terkait
154 RT dan 20 Jalan Masih Tergenang, Jakarta Tenggelam di Tengah Malam
Arcandra Tahar Bantah Tahu Soal Perubahan Aturan ESDM di Sidang Korupsi
Longsor Guncang Perumahan Cikarang, Jalan Terputus dan Rumah Retak Menganga
Bencana Beruntun di Afganistan: 14 Nyawa Melayang Akibat Hujan Deras dan Longsor