Titik Terang di Ladang Tua: PHR Temukan Cadangan Baru di Blok Rokan

- Jumat, 16 Januari 2026 | 13:42 WIB
Titik Terang di Ladang Tua: PHR Temukan Cadangan Baru di Blok Rokan

Di tengah kabar yang seringkali suram seputar eksplorasi energi, ada secercah berita baik yang datang dari Riau. PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) baru saja mengonfirmasi penemuan cadangan hidrokarbon baru. Lokasinya di Sumur Mustang Hitam-001, yang dibor di Desa Libo Jaya, Kabupaten Siak, tepat di jantung wilayah kerja Blok Rokan.

Penemuan ini bukanlah klaim kosong. PHR sudah melakukan serangkaian uji produksi, dan hasilnya menunjukkan indikasi hidrokarbon yang cukup jelas. Secara geologi, sumur ini berada di Cekungan South Aman Trough, bagian dari Central Sumatra Basin. Wilayah ini memang sudah lama dikenal sebagai salah satu lumbung migas andalan Indonesia.

Vice President Exploration PHR Regional 1, Suprayitno Adhi Nugroho, menyambut temuan ini dengan optimisme. Menurutnya, ini adalah sinyal positif untuk pengembangan lebih lanjut di cekungan Sumatra Tengah.

“Sumur MTH-001 telah mengonfirmasi keberadaan hidrokarbon pada Formasi Menggala dan Formasi Pematang URB. Meskipun laju produksi awal masih tergolong rendah, discovery ini membuka peluang pengembangan lebih lanjut melalui intervensi sumur serta evaluasi interval lain yang belum diuji,”

ujarnya dalam keterangan resmi yang diterbitkan Jumat (16/1).

Ia menambahkan, timnya kini sedang fokus pada kajian komprehensif untuk memperkirakan besaran sumber daya dan menyusun skema pengembangan yang tepat. Semua data bawah permukaan dan hasil uji coba sedang dihimpun untuk mendapatkan gambaran yang lebih akurat.

“Tim eksplorasi dan pengembangan sedang menyiapkan skenario Produksi Awal (POPE) agar discovery ini dapat segera dimonetisasi secara optimal,”

jelas Suprayitno.

Sebelum sampai pada konfirmasi ini, prosesnya cukup panjang. Sumur eksplorasi MTH-001 pertama kali dibor awal September 2025 lalu, menggunakan Rig PDSI 52.3. Pengeboran berlangsung hingga akhir bulan, mencapai kedalaman lebih dari 6.400 kaki.

Setelah itu, tahap krusial dimulai: uji produksi. Kegiatan ini memakai Rig BMS-007 dan berjalan hampir sebulan penuh, dari Desember 2025 hingga awal Januari 2026. Hasilnya? Mereka berhasil membuktikan adanya potensi minyak dari play baru berjenis perangkap stratigrafi di dua formasi tadi.

Yang menarik, temuan ini menunjukkan bahwa meski Blok Rokan termasuk wilayah "mature" atau sudah berumur, cara pandang baru dan ekstraksi data yang optimal masih bisa membuahkan hasil. Bahkan, ada peluang nyata untuk meningkatkan produksi lewat pengembangan lanjutan nantinya.

Bagi yang awam geologi, Formasi Pematang URB itu lapisan batuan tua yang dikenal sebagai sumber migas. Sementara Formasi Menggala adalah lapisan batupasir yang berperan sebagai reservoir atau wadah penyimpanan minyak. Keduanya terletak di Cekungan Sumatra Tengah.

Dari sisi lokasi, posisi sumur baru ini terbilang strategis. Cuma sekitar 3 kilometer dari Lapangan Oki, dan tidak jauh dari fasilitas pengumpul seperti GS Libo. Kedekatan ini membuka peluang untuk memanfaatkan infrastruktur yang sudah ada, yang tentu bisa menghemat biaya dan mempercepat pengembangan.

Pada akhirnya, keberhasilan di Sumur Mustang Hitam ini bukan cuma sekadar angka di laporan. Ini adalah penegasan komitmen PHR untuk terus mengeksplorasi Blok Rokan, yang selama puluhan tahun menjadi tulang punggung produksi minyak dan gas nasional. Sebuah titik terang di ladang tua yang masih menyimpan harapan.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar