"Kami berharap dapat mencapai 82,9 juta pada akhir Desember 2026. Tetapi orang-orang saya mengatakan, 'Tidak, Pak, kami akan mencapai 82,9 juta sebelum Desember'. Jadi, semoga kami dapat mencapai target ini."
Di balik angka-angka besar itu, ada dampak lain yang tak kalah penting. Program MBG ternyata juga jadi penggerak ekonomi akar rumput. Lebih dari 61.000 UMKM dan koperasi kini terlibat dalam rantai pasokannya. Lapangan kerja yang tercipta di dapur-dapur MBG sudah lebih dari 600.000.
"Pada puncaknya, kita optimis akan mencapai 1,5 juta lapangan kerja langsung," ucap Prabowo penuh keyakinan. "Dengan para vendor dan pemasok, akan ada lebih dari 1 juta mata pencaharian lagi yang dirangkul dan ditingkatkan."
Baginya, inilah kunci pertumbuhan. "Kebijakan sosial kita harus memperluas produktivitas dan menghasilkan pertumbuhan," tegasnya.
Tak cuma soal makanan, Prabowo juga menyentuh program kesehatan. Sekitar 70 juta warga Indonesia kini mendapat pemeriksaan kesehatan gratis setahun sekali. Dan cakupannya akan terus diperluas.
Ia menegaskan bahwa ini bukan program populis belaka. "Ini adalah program rasional untuk menghemat uang," jelasnya.
"Dengan mendeteksi penyakit pada tahap awal, kita akan menghemat lebih banyak biaya pengobatan dalam jangka panjang. Ini sebenarnya adalah program peningkatan produktivitas. Para ahli saya mengatakan bahwa dalam jangka panjang, kita akan menghemat miliaran dolar AS."
Dari Davos, pesannya jelas: investasi pada manusia bukanlah beban, melainkan fondasi terkuat untuk membangun ekonomi.
Artikel Terkait
154 RT dan 20 Jalan Masih Tergenang, Jakarta Tenggelam di Tengah Malam
Arcandra Tahar Bantah Tahu Soal Perubahan Aturan ESDM di Sidang Korupsi
Longsor Guncang Perumahan Cikarang, Jalan Terputus dan Rumah Retak Menganga
Bencana Beruntun di Afganistan: 14 Nyawa Melayang Akibat Hujan Deras dan Longsor