Kabarnya, Donald Trump membentuk sebuah "Dewan Perdamaian Gaza". Langkah ini langsung menarik perhatian dunia, apalagi setelah Indonesia mengonfirmasi bergabung. Menurut Trump, dewan ini adalah bagian penting dari rencana gencatan senjata tahap kedua di wilayah konflik itu.
Pengumuman pembentukan dewan ini muncul tak lama setelah ada kabar soal komite teknokrat Palestina beranggotakan 15 orang. Tugas komite itu sederhana tapi berat: mengelola pemerintahan sehari-hari Gaza setelah perang usai.
Lewat unggahan di Truth Social, Trump terlihat sangat antusias.
Begitu tulisnya, Jumat lalu. Dan dalam gaya khasnya, dia menambahkan klaim yang bombastis.
Nah, komite teknokrat Palestina tadi rencananya akan bekerja di bawah pengawasan dewan ini. Dan siapa ketuanya? Trump sendiri.
Artikel Terkait
Pramugari Olen Kembali ke Manado untuk Peristirahatan Terakhir
Prabowo Tantang Pengusaha di Davos: Coba Beli Pejabat Saya!
Jakarta Siaga, Operasi Modifikasi Cuaca Digelar Dua Kali Sehari
Prabowo Tantang McDonalds di Davos: Dapur Gratis Indonesia Siap Lampaui 68 Juta Piring Sehari