"Kami berkoordinasi erat dengan mitra-mitra regional, termasuk pemerintah Irak. Peran mereka kami hargai sangat untuk memastikan ISIS terus-terusan dikalahkan," ujarnya.
Ia juga memberi alasan strategis. "Memfasilitasi pemindahan ini secara tertib dan aman itu krusial. Tujuannya jelas: mencegah pelarian yang bisa langsung mengancam Amerika Serikat dan keamanan kawasan," sebut Cooper.
Di sisi lain, Irak tampaknya sudah siap menerima konsekuensi dari operasi gabungan ini. Otoritas kehakiman negara itu mengeluarkan pernyataan terpisah, menegaskan kesiapan mereka menghadapi gelombang baru tahanan.
Pernyataan dari Dewan Yudisial Tertinggi Irak itu blak-blakan. Mereka akan memulai proses hukum standar terhadap para terdakwa yang masuk. "Mereka akan ditempatkan di lembaga pemasyarakatan yang relevan," begitu bunyi pernyataan resmi mereka. Sinyal jelas bahwa proses hukum segera berjalan begitu para tahanan itu tiba di tanah Irak.
Artikel Terkait
Prabowo Ingatkan Forum Davos: Kemakmuran Takkan Lahir dari Medan Perang
Trump Bentuk Dewan Perdamaian Gaza, Indonesia Turut Gabung
Ibu Kota Terbenam: 132 RT dan 22 Ruas Jalan Tergenang Hingga 1,5 Meter
Laporan Warga Picu KPK Ungkap Bisnis Jabatan Bupati Pati