Kabupaten Pidie Jaya di Aceh masih berbenah. Pasca banjir bandang yang menerjang, suasana di sana terasa berat. Lalu lintas lumpuh, jalan-jalan utama tertutup material lumpur dan pasir yang dibawa arus deras. Di tengah kondisi itu, Sekretaris BNPP RI, Komjen Pol. Makhruzi Rahman, turun langsung melihat situasi di lapangan pada Sabtu lalu.
Kunjungannya bukan sekadar formalitas. Menurut Makhruzi, ini adalah arahan langsung dari Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian selaku Kepala BNPP RI. Tujuannya jelas: mengidentifikasi kebutuhan mendesak warga dan memastikan koordinasi pemulihan berjalan efektif.
"Ini perintah langsung dari Bapak Menteri," ujar Komjen Pol. Makhruzi dalam keterangannya, Senin (9/3/2026).
"Kami hadir bersama tim untuk memastikan percepatan pemulihan bisa berjalan optimal di wilayah terdampak."
Tak sendirian, tim BNPP dibagi untuk menjangkau beberapa titik rawan. Sementara Makhruzi fokus di Pidie Jaya, Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara, Dr. Nurdin, ditugaskan meninjau Kabupaten Bireuen. Wilayah Aceh Tamiang sendiri menjadi tanggung jawab Asisten Deputi Infrastruktur Fisik, Amrullah M. Ridha.
Fokus utama mereka saat ini sederhana namun krusial: membuka akses jalan. "Hasil pengamatan kami, masih banyak jalan yang sulit dilalui masyarakat," ungkap Makhruzi. Persoalan ini menyangkut mobilitas dan denyut ekonomi warga yang nyaris terputus. Karena itu, bantuan alat berat seperti ekskavator dan dump truck akan segera dihadirkan ke tiga kabupaten prioritas tadi.
Di Bireuen, Dr. Nurdin menyaksikan sendiri betapa tebalnya gundukan tanah sisa banjir yang memblokade jalan. Ia meninjau lokasi pada Minggu (8/3) didampingi pejabat setempat.
"Gundukan tanah bekas banjir ini jika tidak segera dibersihkan, berpotensi menimbulkan genangan kembali saat hujan," jelas Nurdin.
Ia menambahkan, tim akan memprioritaskan pembersihan di sekitar jalan utama. "Mudah-mudahan pengerjaan ini bisa cepat sehingga aktivitas warga tidak lagi terganggu," harapnya.
Harapan serupa disampaikan Camat Peusangan Siblah Krueng, Afrizal. Ia menyebut setidaknya ada delapan desa yang terdampak parah, seperti Desa Kubu dan Teupin Raya. Jalan yang terputus, katanya, sangat vital sebagai penghubung antarkecamatan.
"Kami berharap bantuan pembersihan bisa segera terealisasi," katanya.
Dukungan dari pusat diapresiasi oleh Plt. Kepala BPBD Bireuen, Doli Mardian. Ia mendampingi langsung peninjauan Dr. Nurdin.
"Kehadiran BNPP RI memberi harapan agar akses jalan kembali lancar seperti sediakala," ujar Doli.
Ia juga berharap, setelah penanganan di Peusangan Siblah Krueng selesai, kecamatan lain yang terdampak bisa mendapat perhatian yang sama.
Kehadiran tim BNPP di Aceh ini, meski baru langkah awal, setidaknya menjadi sinyal bahwa pemulihan mulai digenjot. Upaya membuka jalan yang terpendam lumpur mungkin terdengar teknis, tapi bagi warga di sana, itu adalah langkah pertama untuk kembali beraktivitas. Untuk mulai membenahi rumah, dan perlahan mengembalikan kehidupan yang sempat tersapu banjir.
Artikel Terkait
Rusia Ancam Targetkan Negara Eropa yang Terima Pengebom Nuklir Prancis
BPKH Bagikan Uang Saku Rp3,4 Juta per Jemaah Haji Embarkasi Solo
Salon Anastasia, Rumah Hangat bagi ODGJ yang Dipandang Sebelah Mata
Pria di Garut Diculik dan Dipaksa Makan Kotoran Ayam, Empat Pelaku Ditangkap