Langit di Aceh Utara sore itu terlihat cerah, namun di bawahnya, bekas luka bencana masih jelas terpampang. Di tengah pemandangan itulah, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian berdiri, menyaksikan barisan hunian sementara yang baru dibangun. Sebagai Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi Pascabencana Sumatera, ia datang untuk meninjau langsung. Dan apa yang dilihatnya di Desa Rumoh Rayeuk, Kecamatan Langkahan, patut diapresiasi.
Memang, kondisi Aceh Utara cukup memprihatinkan. Bencana yang melanda tak tanggung-tanggung dampaknya. Banyak rumah warga yang hancur lebur, rata dengan tanah. Bahkan sampai sekarang, sebagian masyarakat masih terpaksa bertahan di tenda-tenda pengungsian. Situasinya sungguh berat.
Namun begitu, ada titik terang. Tito menyoroti sinergi yang terjalin antara Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PU dan Danantara dalam membangun huntara ini. Upaya ini melengkapi kerja sebelumnya dari BNPB yang telah menyiapkan tempat pengungsian, mendirikan tenda, hingga menyalurkan logistik dan air bersih.
“Ada 4.000 huntara di Aceh Utara ini,” ujar Tito dalam keterangan tertulisnya, Kamis (22/1/2025).
“Mudah-mudahan ini nanti akan bisa membantu, terutama yang masih tinggal di tenda, agar bisa pindah ke hunian sementara,” tambahnya.
Kunjungan kerja itu bukan sekadar seremonial. Tito menegaskan, huntara hanyalah tahap pertama. Pemerintah sudah menyiapkan langkah berikutnya: hunian tetap atau huntap. Khususnya bagi warga yang rumahnya rusak parah atau hilang sama sekali.
Penyiapan huntap ini akan melibatkan banyak pihak. Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) serta BNPB akan jadi leading sector, didukung gotong royong berbagai elemen. Ia mencontohkan Yayasan Buddha Tzu Chi yang bersama Menteri PKP Maruarar Sirait, membantu pembangunan lebih dari 2.600 unit rumah layak huni.
“Nah, di samping itu, saya sudah minta bantuan kepada Pak Bupati,” jelas Tito.
“Kewajiban pemerintah daerah adalah data.”
Artikel Terkait
Lahat Gaungkan Perang Lawan Narkoba hingga ke Dusun-dusun
KPK Geledah Rumah Dua Pejabat Madiun, Lanjutkan Penyidikan Kasus Proyek
Skor Integritas Tertinggi, Wali Kota Madiun Malah Diciduk KPK
Genangan DI Panjaitan Lumpuhkan Arus ke Sunter, Pengendara Terpaksa Berteduh