“Satu titik yang selama ini belum pernah terjadi itu kemudian juga muncul genangan di jalur rel kereta api,” jelasnya. Genangan itu, tentu saja, mengacaukan jadwal perjalanan dan layanan untuk publik.
Nah, soal penyebab, Pras punya pandangan. Curah hujan tinggi di bulan Januari ini memang ekstrem, tapi bukan satu-satunya biang kerok. Ada faktor lain yang ikut bermain. Perubahan tata ruang dan pendangkalan di daerah aliran sungai dinilai punya pengaruh signifikan. Itulah yang mau dibedah oleh tim kajian yang akan dibentuk.
“Jadi perhatian Bapak Presiden bagaimana kita bisa menyelesaikan itu dari hulu ke hilir,” ucap Pras. Ia juga menyebut soal peran Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa, yang selama ini dikaitkan dengan proyek giant sea wall, sebagai bagian dari gerak penyelesaian.
Sementara itu di lapangan, kondisi sore ini belum membaik. Genangan air masih menutupi sejumlah wilayah Ibu Kota. Data terbaru dari BPBD mencatat setidaknya 45 RT dan 22 ruas jalan terendam banjir. Jumlahnya mungkin masih akan bertambah. Tantangan nyata yang menunggu desain besar itu untuk segera diwujudkan.
Artikel Terkait
Lahat Gaungkan Perang Lawan Narkoba hingga ke Dusun-dusun
KPK Geledah Rumah Dua Pejabat Madiun, Lanjutkan Penyidikan Kasus Proyek
Skor Integritas Tertinggi, Wali Kota Madiun Malah Diciduk KPK
Genangan DI Panjaitan Lumpuhkan Arus ke Sunter, Pengendara Terpaksa Berteduh