Lalu, bagaimana respons dari internal bank?
Direktur Utama Bank Jakarta, Agus Haryoto Widodo, menyebut tahun 2026 ini sebagai periode konsolidasi dan eksekusi. Targetnya ambisius: laba Rp 1 triliun. Angka itu bukan sekadar pencapaian, melainkan pijakan krusial menuju IPO.
"IPO menjadi bagian dari transformasi dan penguatan tata kelola," jelas Agus.
Ia menambahkan, berbagai persiapan teknis juga sedang digenjot. Mulai dari penguatan sistem teknologi informasi, kehadiran layanan mobile banking baru, hingga pengembangan produk. Semua bertujuan satu: meningkatkan kepercayaan calon investor.
Dengan segala persiapan yang berjalan, Bank Jakarta memproyeksikan proses penawaran umum perdana sahamnya bisa terealisasi paling cepat pada akhir 2026. Atau, paling lambat di awal tahun 2027. Tentu saja, semua bergantung pada penguatan fundamental dan kinerja mereka di bulan-bulan mendatang. Perjalanan masih panjang, tapi langkah awal sudah diambil.
Artikel Terkait
LAM Riau Dukung Penetapan 23 Februari sebagai Hari Ekosistem
Bekasi Masih Terendam, Sembilan Titik Genangan Belum Surut
Longsor di Jalur Maja-Tigaraksa, Layanan KRL Green Line Terganggu
Buaya Lisa Berkeliaran di Belakang SMA 5 Depok, Sekolah Minta Evakuasi