Ketersediaan air bersih di Aceh Tamiang jadi perhatian serius Presiden Prabowo Subianto. Dalam kunjungannya ke daerah yang baru saja dilanda banjir dan longsor itu, ia terus mendesak agar kebutuhan dasar warga ini segera terpenuhi. Bukan cuma sekadar tersedia, tapi juga layak untuk dikonsumsi.
Rupanya, upaya penyediaannya sudah berjalan dengan berbagai cara. Mulai dari mendatangkan air pakai mobil tangki sampai dengan pengeboran tanah untuk mencari sumber air baru. Tapi, Prabowo tampaknya ingin data yang lebih konkret dan jelas.
"Mengenai air bersih di mana titik-titik air ataupun apa itu, bor air? Sudah berapa yang di Tamiang yang dibangun, dikirim, mungkin KSAD (bisa menjelaskan)," tanyanya dalam rapat terbatas di Aceh Tamiang, Kamis lalu.
Rapat yang dihadiri sederet pejabat tinggi ini langsung direspons KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak.
"129 titik bor air?" Prabowo menyelak, memastikan.
Namun begitu, Presiden masih belum puas. Pertanyaannya lebih mendasar lagi.
"Itu bor air bisa untuk air minum?" tanyanya sekali lagi.
Maruli terdiam sejenak. Suasana ruangan pun hening. Akhirnya, Kepala BNPB Suharyanto angkat bicara menerangkan.
"Pusterad?" Prabowo belum paham akronim itu.
Artikel Terkait
Akademikus Rismon Sianipar Buka Suara: Wapres Gibran Tak Lulus SMA dalam Buku Baru
Tito Desak Kepala Daerah Aceh Percepat Data Kerusakan Rumah
Tiga Polisi Lumajang Naik Pangkat Usai Sabet Emas SEA Games
Di Stasiun Bersejarah, Zohran Mamdani Dilantik sebagai Wali Kota Muslim Pertama New York