Di tengah kabut yang masih menyelimuti puncak, Abdul Haris Agam lebih dikenal sebagai Agam Rinjani tiba di lokasi. Dia dan timnya siap terjun langsung dalam operasi pencarian korban pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan terjal Gunung Bulusaraung, Pangkep, Sulsel. Fokus mereka jelas: menangani evakuasi di medan vertikal yang curam.
“Kami ikut koordinasi dengan Basarnas,” ujar Agam, ditemui di Posko SAR gabungan di Desa Tompobulu, Balocci.
“Strateginya, kami akan bantu khususnya untuk vertical rescue.”
Baru sampai, dia sudah tak sabar untuk mulai bekerja. Hari itu juga, timnya langsung bergerak. Medan yang dihadapi bukan main-main. Lereng Bulusaraung, terutama di sekitar pos 9 jalur pendakian, dikenal sangat curam dan berbahaya.
“Kita ambil posisi di bagian vertikal,” jelasnya.
Artikel Terkait
Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Perairan dekat Sinabang, Tidak Berpotensi Tsunami
Anak Temukan Jasad Ibu Tinggal Tulang Belulang Saat Bersihkan Rumah di Depok
Pemerintah Tetapkan Aturan dan Besaran THR Lebaran 2026 untuk Pekerja Swasta
Jadwal Buka Puasa di Bekasi Hari Ini Pukul 18.11 WIB