Rencananya, mereka bahkan akan menginap di atas. “Sesuai kesepakatan nanti saja durasi pastinya,” tambah Agam.
Menurutnya, operasi kali ini benar-benar menantang. Bukan cuma karena medannya. Cuaca di kawasan itu sering berubah dengan ekstrem, jadi faktor penghambat serius. Tapi timnya datang dengan persiapan matang.
“Kami bawa peralatan lengkap. Tali dan semua alat vertical rescue,” papar Agam.
“Kami gabung di pos 9, jalur utama yang vertikal. Setelah briefing, kami akan fokus bantu evakuasi dari sana.”
Intinya, semua upaya dikerahkan untuk satu tujuan: menemukan korban. Agam dan kawan-kawan akan menyusuri setiap celah dan tebing di sekitar lokasi jatuhnya pesawat. Perjuangan mereka baru saja dimulai.
Artikel Terkait
Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Perairan dekat Sinabang, Tidak Berpotensi Tsunami
Anak Temukan Jasad Ibu Tinggal Tulang Belulang Saat Bersihkan Rumah di Depok
Pemerintah Tetapkan Aturan dan Besaran THR Lebaran 2026 untuk Pekerja Swasta
Jadwal Buka Puasa di Bekasi Hari Ini Pukul 18.11 WIB