Emmanuel Macron tampil beda di panggung Davos. Presiden Prancis itu menyampaikan pidatonya di Forum Ekonomi Dunia dengan mengenakan kacamata hitam aviator yang mencolok. Tampilannya ini langsung menjadi perhatian, bahkan diejek oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang hadir di forum yang sama.
Menurut sejumlah saksi, pidato Macron berlangsung pada Selasa lalu. Dengan kacamata gelap itu, dia menyampaikan pesan-pesan keras tentang kedaulatan Eropa. Macron menegaskan Prancis dan sekutunya lebih memilih jalan diplomasi dan penghormatan, ketimbang penindasan. Pernyataannya ini disinyalir menanggapi ancaman Trump yang hendak mengenakan tarif perdagangan baru, termasuk rencana kontroversial AS terkait Greenland.
"Prancis dan Eropa terikat pada kedaulatan dan kemerdekaan nasional, pada Perserikatan Bangsa-Bangsa dan piagamnya," tegas Macron di hadapan para pemimpin dunia.
Dia lalu menambahkan, "Kami akan melakukan yang terbaik untuk mewujudkan Eropa yang lebih kuat, jauh lebih kuat dan lebih otonom."
Nuansa pidatonya terasa getir. Macron memperingatkan tentang pergeseran dunia menuju arena tanpa aturan yang jelas. Tanpa tata kelola kolektif, ujarnya, yang ada hanyalah persaingan tanpa henti yang merusak. Dia secara tidak langsung menyoroti tekanan dari AS melalui perjanjian dagang yang dinilai merugikan ekspor Eropa.
"Tetapi kami lebih memilih rasa hormat daripada para penindas. Dan kami lebih memilih supremasi hukum daripada kebrutalan," imbuhnya, menekankan prinsip yang dipegangnya.
Lalu, kenapa kacamata hitam? Rupanya, ada alasannya. Sepekan sebelumnya, Macron terlihat dengan mata merah saat memberi pidato kepada militer. Saat itu, dia bahkan sempat meminta maaf atas penampilannya. "Mohon maaf atas penampilan mata saya yang kurang menarik," ucapnya. Jadi, kacamata itu kemungkinan besar untuk menutupi kondisi matanya yang belum pulih benar.
Artikel Terkait
Mahasiswa Gugat UU Cipta Kerja Lantaran Kuota Internet Langsung Hangus
Trump Klaim Capai Kesepakatan Fantastis Soal Greenland, Tapi Detailnya Masih Samar
31 Keluarga Bertahan di Antara Makam, Satpol PP Kirim Peringatan Kedua
Anggota DPR Soroti Lubang Besar Sistem Perlindungan Anak Usai Tragedi 25 Siswa SD Serpong