Di tengah nisan-nisan dan batu pualam, lebih dari 30 keluarga masih bertahan hidup. Lokasinya? Lahan pemakaman umum Kebon Nanas, Jakarta Timur. Situasi ini memaksa Satpol PP Kecamatan Jatinegara turun tangan, dengan mengirimkan surat peringatan kedua.
Menurut pantauan terakhir, masih ada 31 kepala keluarga yang belum mengosongkan lokasi. Mereka bertahan di antara makam. Namun begitu, proses pemantauan oleh petugas terus berjalan setiap hari.
Kepala Satpol PP Kecamatan Jatinegara, Teguh Nurdin Amal, menjelaskan situasinya.
"Kami memang sedang memantau pemberian SP-2 untuk warga yang masih menempati lahan TPU itu," ujarnya, seperti dilaporkan Antara, Rabu lalu.
Dari total 31 bangunan itu, 18 di antaranya masih ada penghuninya. Sebagian warga terlihat sibuk berbenah, bahkan ada yang mulai membongkar rumah mereka sendiri. Sementara itu, 13 bangunan lainnya sudah kosong. Pintu-pintunya hanya ditempeli surat peringatan.
Secara umum, Teguh melihat banyak warga sudah pindah. Ada yang ke rumah susun, ada pula yang memilih kontrakan. Bagi yang masih bertahan, alasan mereka cukup praktis: mengepak barang-barang besar butuh waktu.
"Mereka yang masih di sana umumnya sedang mengepak barang berukuran besar. Kami juga lihat ada yang membongkar bangunan sendiri, mungkin untuk mengambil material yang masih bisa dijual," katanya.
Di sisi lain, Teguh memastikan bahwa proses penertiban yang dilakukan sehari sebelumnya berjalan lancar. Aman dan kondusif.
"Koordinasi dengan instansi terkait juga kami lakukan terus. Ini penting untuk menjaga ketertiban umum di Jatinegara," tegasnya.
Operasi itu sendiri tak hanya melibatkan Satpol PP. Unsur lain seperti Bhabinkamtibmas, Babinsa, petugas PPSU, hingga FKDM turut serta. Mereka bergerak bersama untuk menangani persoalan rumit di antara kompleks makam itu.
Artikel Terkait
TVRI, ANTARA, dan RRI Gelar Nobar Piala Dunia 2026 “Bola Gembira” untuk Hidupkan Ekonomi UMKM di Kendari
Polisi Bekasi Tangkap Sopir yang Kaburkan Mobil di Cikarang Pusat
Bos Geng Motor Hells Angels Buronan Interpol Ditangkap di Bali Saat Hendak Kabur dengan Pesawat Pribadi
KPK Sita Rp 200 Juta dan Mobil Mewah dalam Kasus Suap Bupati Muara Enim ke BPK