SEMARANG PSIS Semarang tak main-main. Di tengah hiruk-pikuk bursa transfer paruh musim Pegadaian Championship 2025/2026, klub berjuluk Mahesa Jenar ini kembali melakukan pemangkasan. Empat pemain lokal dipastikan hengkang, sebuah langkah tegas menyusul evaluasi menyeluruh performa tim di putaran pertama.
Nama-nama yang dilepas adalah Lalu Rizky, Wahyu Saputro, Amir Hamzah, dan Aulia Rahman. Keputusan ini, menurut pihak klub, bukan tanpa pertimbangan matang. Manajemen dan tim pelatih duduk bersama, mengkaji ulang apa yang dibutuhkan untuk menghadapi babak kedua yang pasti lebih sengit.
“Hari ini kami resmi melepas empat pemain dari skuad PSIS Semarang sebagai langkah evaluasi untuk menunjang performa tim agar bisa lebih baik lagi di kompetisi Pegadaian Championship,”
kata Asisten Manajer PSIS, Reza Andika, Kamis (15/1/2026). Ia menegaskan, ini semua bagian dari strategi pembenahan. Targetnya jelas: membuat PSIS lebih kompetitif.
Kalau dilihat catatan mereka, nasib keempat pemain itu memang beragam. Amir Hamzah dan Wahyu Saputro boleh dibilang cukup sering main. Amir tampil sembilan kali dan sempat menyumbang satu gol, sementara Wahyu juga mengoleksi sembilan penampilan.
Namun begitu, nasib dua pemain lain kurang beruntung. Lalu Rizky, yang didatangkan di awal musim, sama sekali tak kebagian menit bermain. Aulia Rahman, striker eks Timnas U-20 yang sudah bergabung sejak musim lalu, cuma main dua kali sepanjang putaran pertama.
Meski berpisah, manajemen tak lupa mengucapkan terima kasih.
“Atas nama manajemen PSIS Semarang, kami mengucapkan terima kasih atas komitmen dan dedikasi keempat pemain selama membela Mahesa Jenar. Kami mendoakan yang terbaik untuk karier mereka selanjutnya,”
tambah Reza.
Lepasnya empat pemain ini cuma satu bagian dari gambaran besar. Sejak awal musim, PSIS terlihat sangat agresif. Mereka seperti ingin membangun ulang tim dari nol. Hingga titik ini, sudah 14 pemain baru yang diboyong ke Kota Atlas.
Dari luar negeri, ada Denilson Rodrigues, Rafael Rodrigues, dan Aldair Simanca. Mereka juga mengandalkan kematangan pemain naturalisasi senior macam Otavio Dutra, Alberto Goncalves, dan Esteban Vizcarra. Pengalaman mereka diharapkan jadi penopang utama, baik di lapangan maupun di ruang ganti.
Di sektor lokal, pergerakan juga tak kalah ramai. Mario Londok, Wawan Febrianto, Ocvian Chanigio, hingga nama-nama seperti Tegar Infantrie dan Fahmi Al-Ayyubi turut memperkuat barisan. Belum lagi Gustur Cahyo, Alwi Fadilah, dan Rangga Sumarna. Benar-benar perombakan total.
Di sisi lain, peluang untuk menambah amunisi masih terbuka lebar. Terutama dari kasta tertinggi, Super League. Beberapa klub besar mulai melepas pemain mudanya dengan status pinjaman, mencari tempat bagi mereka yang haus menit bermain.
PSM Makassar, contohnya. Juku Eja baru saja meminjamkan dua anak mudanya: Muhammad Arham Darmawan dan Karel Rizald Iek. Pengumuman resminya keluar Jumat (16/1/2026).
“Untuk menambah pengalaman, bomber muda Muhammad Arham Darmawan akan dipinjamkan di putaran kedua musim ini,”
begitu bunyi pernyataan resmi dari manajemen PSM.
Nah, situasi seperti inilah yang bisa dimanfaatkan klub-klub Championship seperti PSIS. Ada peluang untuk ‘membajak’ pemain muda yang sudah merasakan atmosfer kompetisi level atas, tapi kurang kesempatan di klub asal. Mereka butuh main, PSIS butuh tenaga segar. Win-win solution.
Dengan slot pemain yang kini kosong, bukan tak mungkin PSIS akan kembali berburu di sisa waktu bursa transfer. Semua dilakukan demi satu hal: meracik tim yang lebih solid dan siap bertarung di putaran kedua. Perjalanan masih panjang.
Artikel Terkait
Inter Milan Satu Langkah Lagi Pastikan Scudetto Usai Bungkam Cagliari
Allegri dan Manajemen Milan Bahas Strategi Transfer Musim Panas
Arsenal Incar Jeremy Monga, Bisa Kumpulkan Tiga Pemain Termuda Premier League
Gabriel Silva Cetak Brace, Arema FC Kalahkan Persis Solo 2-0 di Kanjuruhan