Wall Street menutup perdagangan Rabu dengan catatan hijau. Sentimen pasar membaik setelah ketegangan terkait tarif dagang dengan sekutu Eropa mereda. Kabar tercapainya sebuah kerangka kerja untuk kesepakatan tentang Greenland jadi angin segar bagi investor yang sebelumnya cemas.
Indeks Dow Jones melonjak 588,64 poin, atau 1,21%, ke level 49.077,23. Sementara itu, S&P 500 naik 1,16% ke 6.875,62. Nasdaq Composite juga ikut merangkak naik 1,18% menjadi 23.224,83. Untuk Dow dan Nasdaq, ini jadi kenaikan persentase terbesar dalam beberapa pekan terakhir.
Kinerja hari ini kontras banget dengan aksi jual massal sehari sebelumnya. Kemarin, pasar mengalami hari terburuk sejak Oktober lalu. Dinamika ini seolah mengulang pola lama: ancaman tarif dari Gedung Putih yang akhirnya ditarik kembali begitu ada titik terang negosiasi.
“Kami telah membentuk kerangka kesepakatan masa depan terkait Greenland dan, sebenarnya, seluruh Wilayah Arktik,” tulis Donald Trump di Truth Social.
“Berdasarkan pemahaman ini, saya tidak akan memberlakukan Tarif yang dijadwalkan mulai berlaku pada 1 Februari,” tambahnya.
Pengumuman itu langsung disambut riuh oleh pasar. Indeks yang sudah positif sejak pembukaan langsung melesat lebih tinggi. Tampaknya, investor lebih lega karena ancaman perang dagang baru bisa dihindari, ketimbang peduli dengan detail soal Greenland itu sendiri.
“Dampak ekonominya adalah apakah kita semua akan mulai memberlakukan tarif satu sama lain,” kata Jason Pride dari Glenmede, menyoroti inti kekhawatiran pasar.
Sebelum kabar Greenland beredar, sebenarnya suasana pasar sudah mulai membaik. Investor mencoba bangkit dari aksi jual Selasa yang cukup dalam. Tapi momentum awal itu sempat kehilangan tenaga di tengah hari. Pengumuman Trump-lah yang kemudian memberi suntikan energi ekstra.
Di sektor perbankan, berita bagus datang dari laporan laba. Indeks perbankan regional meroket 4,7%, tertinggi sejak akhir tahun lalu. Saham Truist Financial melonjak 7,1% setelah laba kuartalannya melesat. Citigroup juga ikut naik berkat pendapatan bunganya.
Hampir semua sektor di S&P 500 berakhir di zona hijau. Energi jadi pemimpin, didorong kenaikan harga gas alam dan laporan kuat dari Halliburton. Saham-saham maskapai penerbangan juga ikut terbang setelah United Airlines memberikan pandangan optimis. Delta, American, dan Southwest semua naik.
Tapi tidak semua cerita berakhir manis. Saham Netflix justru terperosok 2,2% setelah memberikan pandangan yang mengecewakan. Saham ini juga tertekan rencana penghentian sementara buyback untuk mendanai akuisisi. Di sisi lain, saham O jatuh lebih dari 5% karena ada sinyal Warren Buffett mungkin akan melepas sebagian besar kepemilikannya.
Pasar obligasi masih bergejolak. Aksi jual brutal yang dipicu kekhawatiran atas aset AS dan lonjakan biaya pinjaman pemerintah Jepang masih terasa. Imbal hasil obligasi AS 30 tahun nyaris menyentuh 5%. Namun pada Rabu, ada sedikit pemulihan. Harga obligasi Jepang menguat lagi, membalik sebagian kenaikan imbal hasil dari hari Selasa. Imbal hasil Treasury AS 10 tahun pun turun tipis.
Di pasar valas, dolar AS berhasil bangkit dari level terendahnya dan menguat 0,25%. Euro melemah terhadapnya, sementara franc Swiss jatuh cukup dalam. Yen sedikit melemah, menunggu keputusan kebijakan Bank Sentral Jepang yang akan datang. Kebanyakan analis tidak mengharapkan kenaikan suku bunga sekarang, tapi isyarat untuk kenaikan di bulan April mungkin akan diberikan.
Harga minyak mentah bergerak naik tipis. Sentimen pasokan ketat karena gangguan di Kazakhstan ditahan oleh ekspektasi naiknya stok minyak AS. Brent akhirnya ditutup di angka $65,24 per barel. Emas, si safe-haven, naik lebih dari 1% mendekati level $4.815 per ons.
Artikel Terkait
Wall Street Melemah, Kekhawatiran Kinerja OpenAI Tekan Saham Teknologi Jelang Rilis Laba Raksasa AS
Tiga Direksi PT Prime Agri Resources Tbk Serahkan Pengunduran Diri, Keputusan Ditentukan Lewat RUPS
IHSG Diprediksi Masih Terkoreksi Terbatas, Analis Rekomendasikan Strategi Buy on Weakness untuk Empat Saham
Intiland Lepas Seluruh Saham Anak Usaha Hotel Whiz Senilai Rp31,32 Miliar