Jakarta – Sebuah unggahan di media sosial Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menarik perhatian. Belum lama ini, ia mengucapkan terima kasih kepada dua nelayan asal Malang. Momen pertemuan itu ia bagikan sendiri lewat akun Instagramnya.
Semua berawal dari sebuah video yang viral. Di rekaman itu, terlihat dua nelayan dari Pantai Sendang Biru, Kabupaten Malang, menyelamatkan seekor hiu paus yang terjebak jaring. Aksi mereka pun banjir pujian di internet. Melihat hal itu, Kang Dedi sapaan akrabnya langsung mengundang mereka untuk berbincang.
Dalam obrolan yang kemudian diunggahnya, Dedi Mulyadi terlihat kagum. Bukan cuma pada aksi penyelamatan, tapi lebih pada aturan adat yang dipegang teguh para nelayan itu.
"Kenapa saya undang? Karena saya itu sangat menghargai makhluk-makhluk yang memang dilindungi," ujar Dedi Mulyadi, Rabu (15/4) lalu.
"Seperti di hutan atau di laut yang harus dilindungi, bukan dikonsumsi," tambahnya.
Menurutnya, semangat menjaga alam ini selaras dengan filosofi lokal. "Bagi orang Sunda di hutan ada lambang harimau, dan di laut ada Nyi Ratu. Ini bentuk cinta kita untuk menjaga," sambung gubernur yang akrab disapa KDM itu.
Di sisi lain, pujiannya mengalir deras. Ia melihat kedua nelayan muda ini tak sekadar menjaga satwa, tapi juga melestarikan kearifan lokal yang hampir pudar. Budaya turun-temurun itu, bagi Dedi, sesuatu yang langka dan patut diacungi jempol.
Lalu, bagaimana cerita dari pihak nelayan? Salah satunya menjelaskan dengan sederhana.
"Kalau sebenarnya dari turun-temurun begitu, Pak. Sudah menjadi adat. Jika dilepas, rezekinya akan bertambah. Tapi kalau dibawa pulang, akan ada balanya," kata nelayan tersebut.
Penjelasan singkat itu langsung disambut apresiasi dari Dedi Mulyadi. "Hebat loh, Anda bisa jaga turun-menurun," pujinya.
Pertemuan itu pun ditutup dengan pesan yang jelas. "Jadi saya mengucapkan terima kasih. Terima kasih kepada teman-teman yang sudah menjaga laut, saat dapat hiu dilepaskan," pesan KDM.
Memang, kedatangan kedua nelayan ini ke kantor Gubernur Jabar berawal dari video TikTok yang meledak. Durasi videonya cuma sekitar dua menit, tapi dampaknya besar. Membuktikan, kadang kisah sederhana dari pinggir pantai bisa menyentuh banyak hati, bahkan sampai ke mebi seorang gubernur.
Artikel Terkait
Polairud Polda Metro Jaya Tebar 165.000 Benih Ikan Bandeng dan Udang Vaname di Muaragembong untuk Dukung Ketahanan Pangan
Pancasila di Era Algoritma: Tantangan Menjaga Persatuan di Ruang Digital Kampus
Guru Besar Hukum UI Nilai Unsur Pidana Tak Terpenuhi, Terdakwa Korupsi Minyak Seharusnya Bebas
Brasil Bersaing Jadi Pusat Tambang Mineral Tanah Jarang Global, Permintaan Ikat Kunci Era AI dan Energi Hijau