Di sebuah symposium bertajuk 'Halal Beyond Compliance' di Menara Syariah, Tangerang, Rabu lalu, Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyoroti satu hal yang menarik. Menurutnya, ada potensi besar yang belum sepenuhnya digarap: peran koperasi pesantren. Ferry melihat mereka bisa jadi 'kakak asuh' yang ampuh.
Untuk siapa? Untuk Koperasi Desa Merah Putih, program strategis nasional yang sedang digenjot.
"Kami punya contoh nyata," ujar Ferry dalam keterangan tertulisnya.
"Lihat saja Koperasi Pondok Pesantren Sunan Gresik, Sidogiri, atau Nurul Jadid. Mereka sudah sukses mengelola bisnis besar, punya pabrik, ritel. Pengalaman dan pengetahuan mereka itu berharga sekali."
Harapannya jelas. Dengan pendampingan dari yang sudah berpengalaman, Kopdes Merah Putih bisa tumbuh lebih cepat. Program ini sendiri ambisius, bergerak di banyak sektor vital. Mulai dari distribusi sembako, pengelolaan klinik dan apotek desa, sampai layanan keuangan mikro. Dampaknya diharapkan langsung terasa di tingkat warga.
Di sisi lain, pembangunan fisiknya juga sudah jalan. Tak cuma wacana. Saat ini sedang dibangun gudang-gudang modern untuk menyimpan produk lokal dan kebutuhan pokok. Juga ada pembangunan apotek dan klinik desa.
"Ini penting banget," tegas Ferry.
Artikel Terkait
Macron Berpidato dengan Kacamata Hitam di Davos, Trump Langsung Sindir
Tunisia Dilanda Banjir Terparah dalam 70 Tahun, 5 Tewas dan 4 Masih Hilang
Kapolres Serang Ngariung dengan Buruh, Komunikasi Tiga Arah Jadi Kunci
Serangan Silang di Kryvyi Rig dan Adygea: Dua Tewas di Ukraina, Sebelas Luka di Rusia