"Untuk menciptakan ketahanan. Gudang, apotek, klinik, plus dukungan lembaga keuangan mikro di tingkat desa. Nantinya, akan ada juga kendaraan logistik khusus agar distribusi barang lancar. Rantai distribusi yang panjang dan bikin harga mahal harus kita putus."
Misi besarnya sederhana: membuat koperasi desa menjadi ujung tombak pelayanan dasar dengan harga yang lebih terjangkau.
Lebih jauh, Ferry mengingatkan soal ekonomi syariah. Jangan sampai hanya berkutat di sektor keuangan saja. Itu pesannya. Ekonomi syariah harus menyentuh sektor riil agar pertumbuhannya adil dan bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.
"Kami mendorong koperasi syariah untuk lebih aktif lagi," imbuhnya.
Sebagai Ketua Harian Masyarakat Ekonomi Syariah, ia punya alasan untuk optimis. Posisi Indonesia di Global Islamic Economy Indicator kini naik ke peringkat ketiga dunia. Sebuah pencapaian yang bagus.
Tapi ia punya catatan. Dengan mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), ekonomi syariah bisa naik level lebih tinggi. Menjadi ekosistem yang tak cuma kuat, tapi juga bertanggung jawab dan berkelanjutan untuk jangka panjang.
Artikel Terkait
Macron Berpidato dengan Kacamata Hitam di Davos, Trump Langsung Sindir
Tunisia Dilanda Banjir Terparah dalam 70 Tahun, 5 Tewas dan 4 Masih Hilang
Kapolres Serang Ngariung dengan Buruh, Komunikasi Tiga Arah Jadi Kunci
Serangan Silang di Kryvyi Rig dan Adygea: Dua Tewas di Ukraina, Sebelas Luka di Rusia