Sinergi KP2MI-Polri Perkuat Perlindungan Pahlawan Devisa

- Rabu, 21 Januari 2026 | 18:50 WIB
Sinergi KP2MI-Polri Perkuat Perlindungan Pahlawan Devisa

"Kami launching 11 Polda dan 22 Polres untuk Direktorat PPA dan PPO. Kita ingin permasalahan 'gunung es' ini teratasi. Masyarakat yang menjadi korban kelompok rentan jangan lagi merasa lapor polisi itu aib atau tekanan psikologis, karena personel kami disiapkan untuk profesional dan melindungi,"

Demikian tegas Listyo.

Kerja sama ini juga menargetkan penurunan angka penyelundupan manusia. Fenomena yang belakangan marak dalam bentuk sindikat scamming online atau kasus seperti ferienjob. Listyo memastikan keseriusan Polri dalam hal ini. Dia juga menyoroti peran Satuan Kerja (Satker) khusus yang vital untuk memastikan hak-hak pekerja migran terpenuhi.

Fokusnya ada di dua hal: perlindungan hukum maksimal dan peningkatan kontribusi ekonomi. Dengan pengawalan negara yang baik, para pekerja migran diharapkan bisa bekerja dengan tenang dan benar-benar menjadi 'Pejuang Devisa'.

"Satu sisi mereka mendapatkan perlindungan dari negara, dan Satker ini mendorong dengan baik. Ini juga bisa memicu mereka untuk betul-betul menjadi pahlawan devisa yang menambah income di PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak)," ujarnya.

Potensi ekonominya memang besar. Tapi manfaat itu cuma optimal kalau dikelola lewat sistem yang transparan dan akuntabel, melalui jalur-jalur resmi yang sudah disediakan.

Sayangnya, jalur ilegal masih jadi masalah serius. Ini adalah pekerjaan rumah besar untuk kepolisian dan instansi terkait ke depannya. "Ini tentunya PR kita ke depan, bagaimana mereka yang sering memiliki jalur ilegal kemudian bisa pindah ke jalur resmi," tegas Listyo.

Baginya, menggunakan jalur resmi bukan sekadar urusan administrasi. Itu adalah jaminan keselamatan. Langkah KP2MI dan Polri ini diharapkan memberi dampak positif yang luas, untuk stabilitas ekonomi nasional dan tentunya kesejahteraan keluarga pekerja migran di daerah.

"Dengan masuk melalui jalur resmi, negara memiliki basis data yang kuat untuk memberikan bantuan cepat jika terjadi kendala di negara penempatan,"

Itulah penutup dari Kapolri.


Halaman:

Komentar