Setelah 28 jam pencarian, jenazah seorang pramugari pesawat ATR 42-500 akhirnya ditemukan di lereng Gunung Bulusaraung, Pangkep, Sulawesi Selatan. Evakuasi pun langsung digeber, meski medan terjal dan cuaca buruk jadi tantangan berat bagi tim gabungan.
Penemuan itu terjadi Senin (19/1) sore, sekitar pukul dua. Posisinya di lereng gunung. Hingga Selasa ini, proses menarik jenazah korban perempuan itu masih berlangsung. Dari kedalaman sekitar 400 meter, kini sudah sampai di ketinggian 100 meter menuju puncak.
Danrem 142/Toddopuli, Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan, mengonfirmasi perkembangan ini dari Posko SAR di Desa Tompobulu.
"Posisi jenazah kedua perempuan ini masih di lereng. Yang kemarin di kedalaman 400 meter, sampai sore hari ini ketinggiannya tinggal 100 meter lagi ke puncak," jelas Andre.
"Tim evakuasi kita berusaha sekuat mungkin sampai ke puncak," sambungnya.
Artikel Terkait
Guru Tangerang Selatan Terancam Dipecat Usai Diduga Cabuli 16 Siswa
KNKT Buka Suara: Pesawat ATR 42-500 Maros Dinyatakan Normal Sebelum Terbang
Hujan dan Evakuasi Truk Batu Picu Macet Parah di Sudirman hingga Casablanca
Keadilan untuk Warga dan Alam: Legalisasi Tambang Rakyat Kuansing Dimulai