Anggota DPR Soroti Krisis Listrik dan BBM di Tengah Bencana

- Kamis, 22 Januari 2026 | 15:35 WIB
Anggota DPR Soroti Krisis Listrik dan BBM di Tengah Bencana

Rapat kerja Komisi XII DPR dengan Kementerian ESDM di Senayan, Kamis (22/1), sempat diwarnai keluhan. Anggota Fraksi PDIP, Cornelis, mengungkapkan langsung dampak banjir Jakarta yang ia rasakan: listrik di tempatnya mati.

"Jakarta banjir. Saya kena mati listrik, Pak," ujar Cornelis, menyampaikan keluhannya langsung kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang hadir dalam rapat itu.

Namun begitu, perhatiannya tidak berhenti di Jakarta. Sorotan lebih luas ia arahkan ke daerah-daerah lain yang juga sedang berjuang. Ia menyebut persoalan krusial di Sumatera, mulai dari listrik, BBM, hingga tabung gas 3 kilogram yang langka di wilayah bencana. Menurutnya, penanganan untuk hal-hal mendasar ini harus jauh lebih cepat.

"Saya ingin Pak Menteri dan kawan-kawan di daerah bencana ini tolong perhatikan betul-betul aspek kemanusiaannya, yaitu listrik, BBM, dan gas 3 kilo. Bagaimana mereka mendapat atau tidak? Perusahaan yang rusak-rusak itu diperbaiki atau tidak, terutama listrik," tegas Cornelis.

Ia mendesak pemerintah untuk tidak ragu mengajukan perubahan anggaran jika ternyata dana yang ada tak mencukupi. Baginya, yang penting dana itu benar-benar menyentuh kebutuhan rakyat yang terdampak.

"Masalah BBM. Ya kalau memang ada perbaikan-perbaikan, kan tidak ada dalam anggaran. Nah, segera Pak Menteri ajukan dalam perbaikan supaya ada perubahan anggaran. Supaya anggaran itu bermanfaat untuk rakyat karena Aceh rusak berat, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Barat, maaf, Padang," paparnya.

Cornelis mengingatkan, bencana yang melanda tidak hanya soal banjir. Kerusakan justru lebih kompleks.

"Nah, ini semua bencana ini bukan karena air saja, tapi tanah yang longsor. Nah, ini tolong perhatikan rakyat kecil," imbuhnya menutup pernyataan.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar