Austin, Texas – Sirkuit of the Americas kembali menjadi saksi sejarah. Untuk kedua kalinya berturut-turut, Aprilia Racing menutup akhir pekan dengan finis satu-dua yang nyaris sempurna. Sebuah dominasi yang semakin mengukuhkan mereka sebagai kekuatan baru yang tak terbendung di MotoGP.
Marco Bezzecchi, sang pemenang, justru memulai balapan dari posisi keempat. Ia kena penalti di sesi kualifikasi. Tapi itu sama sekali tak menghalanginya. Di lap pertama saja, sudah ada insiden: sayap belakang motornya rusak karena kontak. Namun, dengan ketenangan yang luar biasa, pembalap Italia itu malah berhasil menyodok ke puncak sebelum lap pertama usai. Dan setelah memimpin, ia tak lagi memberi harapan.
Kemenangan ini istimewa. Ini adalah kemenangan kelimanya secara beruntun, menempatkannya dalam klub eksklusif bersama legenda seperti Valentino Rossi dan Marc Márquez. Lebih dari itu, Bezzecchi kini adalah pembalap pertama yang mampu menyapu bersih tiga seri pembuka musim sejak 2014 silam.
Statistiknya semakin gila-gilaan. Lima balapan GP terakhir ia menang dengan memimpin dari awal sampai akhir. Total lap yang ia pimpin kini mencapai 121, melampaui rekor Jorge Lorenzo. Sebuah konsistensi yang menakutkan.
Di sisi lain, Jorge Martín dengan konsisten menjaga posisi kedua. Ini podium keduanya secara beruntun di balapan utama, sekaligus melengkapi akhir pekan yang sukses setelah sebelumnya menang di sprint race. Dua pembalap, satu tim, mendominasi dengan cara mereka masing-masing.
Bagi Aprilia, ini adalah kemenangan ke-11 mereka di kelas utama. Yang kedua di Austin. Dan yang kelima berturut-turut. Pabrikan asal Noale ini bahkan mencatatkan sejarah baru: untuk pertama kalinya, mereka meraih dua finis satu-dua secara beruntun. Total kemenangan mereka di ajang Grand Prix motor dunia kini genap 305. Angka yang berbicara.
Artikel Terkait
Satpol PP Bandung Terima Apresiasi Atas Kinerja Humanis dan Responsif Sepanjang 2024
Kebakaran Pabrik Helm di Bogor Belum Sepenuhnya Padam, Titik Api di Gudang Bahan Kimia Jadi Sorotan
Serangan Drone di Dilling Tewaskan 14 Warga Sipil, Hancurkan Delapan Rumah
Prabowo Kutuk Penyimpangan Oknum Negara dalam Kasus Penyegelan Aspirasi