Palembang, Minggu pagi itu, Stadion Bumi Sriwijaya dipadati ribuan orang. Mereka bukan penonton sepak bola, melainkan para buruh dan pengemudi ojek online yang memenuhi panggilan apel besar. Di tengah mereka, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berdiri, menyampaikan pesan yang menurutnya sangat krusial untuk saat ini: persatuan.
Dia tak menampik, situasi global belakangan ini memang memanas. Guncangan di luar negeri, kata Sigit, berpotensi memengaruhi keadaan di dalam negeri. Karena itulah, dia menyerukan semua pihak untuk tidak gampang terprovokasi.
"Dalam situasi seperti ini dibutuhkan kekuatan seluruh elemen bangsa, termasuk buruh dan komunitas ojek online, untuk terus bersatu padu menjaga persatuan dan kesatuan," tegas Sigit di hadapan massa.
"Tidak mudah terprovokasi, serta bersama-sama mengawal stabilitas nasional."
Menurut Kapolri, peran kedua kelompok ini sangat strategis. Buruh adalah penggerak utama roda produksi. Mereka yang menopang industri dan pembangunan ekonomi kita.
Sementara itu, para pengemudi ojol punya peran lain yang tak kalah vital. Mereka jadi penghubung penting antara pelaku UMKM dan konsumen. Dengan begitu, perputaran ekonomi khususnya di sektor menengah ke bawah bisa terus bergerak.
Soal kesejahteraan, Sigit menyebut pemerintah terus berupaya. Beberapa langkah konkret yang disebutkan adalah penyesuaian Upah Minimum Provinsi tahun 2026, penguatan program jaminan untuk pekerja yang kehilangan mata pencaharian, serta memastikan akses manfaat jaminan kecelakaan kerja berjalan optimal.
Polri sendiri ikut ambil bagian. Layanan kesehatan di Rumah Sakit Bhayangkara dibuka untuk buruh dan driver ojol. Selain itu, institusinya memperkuat Desk Ketenagakerjaan hingga level Polda dan Polres.
"Tujuannya agar masalah hubungan industrial bisa diselesaikan dengan cepat dan tepat," ucapnya.
Di sisi lain, ada perhatian khusus untuk keamanan para pengemudi di jalan. Sigit mengakui mereka rentan jadi sasaran kejahatan seperti begal. Untuk itu, dia sudah menginstruksikan jajaran Kapolda untuk segera menyiapkan sebuah aplikasi.
"Saya minta Kapolda segera mempersiapkan aplikasi panic button," kata Sigit.
"Ini untuk melindungi dan menjaga rekan-rekan ojek online agar tidak menjadi korban kejahatan di jalanan."
Artikel Terkait
Khalid Basalamah Akui Terima Rp8,4 Miliar dari PT Muhibbah, Klaim Hanya Korban Kasus Kuota Haji
BNI Rehabilitasi 50 Hektare Mangrove di Banyuwangi, Dampak Ekonomi Dirasakan Hampir 5.000 Warga Pesisir
Khalid Basalamah Diperiksa KPK sebagai Saksi Kasus Kuota Haji, Bantah Jadi Tersangka
BPS Rilis Tabel Konversi KBLI 2025, Akomodasi AI hingga Carbon Capture