Guru SD di Tangsel Diduga Cabuli 16 Murid Laki-laki Sejak 2023

- Selasa, 20 Januari 2026 | 16:25 WIB
Guru SD di Tangsel Diduga Cabuli 16 Murid Laki-laki Sejak 2023

Kasus pencabulan yang melibatkan seorang guru di sebuah SD Tangerang Selatan ternyata sudah berjalan cukup lama. Polisi menyebut aksi keji itu dimulai sejak 2023. Hingga saat ini, korban yang berhasil teridentifikasi sudah mencapai 16 orang.

Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan, AKP Wira Graha Setiawan, memberikan penjelasan kepada awak media di Mapolres, Selasa lalu.

"Dari pemeriksaan yang masih kita dalami, periode kejadiannya dari tahun 2023 hingga Januari 2026," ujarnya.

Menurutnya, semua korban yang terdata sejauh ini adalah anak laki-laki. Tak hanya itu, polisi juga sudah bergerak cepat menyita akun media sosial milik terduga pelaku. Akun itu diduga kuat memuat banyak foto anak-anak lelaki.

"Untuk sementara, korbannya anak laki-laki. Kita sudah lakukan penyitaan terhadap media sosial terduga pelaku, yang memposting beberapa foto anak-anak," jelas Wira.

Langkah penguncian akun, sambungnya, dilakukan demi melindungi masa depan anak-anak yang fotonya beredar. "Kita kunci media sosial itu untuk kepentingan anak. Banyak fotonya, dan kita belum tahu pasti apakah mereka korban pelecehan atau bukan. Tapi langkah ini kita ambil untuk menjaga mereka," imbuhnya.

Yang membuat hati miris, lokasi kejadiannya justru di lingkungan sekolah. Tempat yang seharusnya aman dan nyaman untuk belajar. Polisi masih mendalami detail fakta ini lebih lanjut.

"Pelaku melakukan pelecehan terhadap anak di bawah umur di lingkungan sekolah," tegas Wira.

Di sisi lain, jumlah korban diprediksi masih bisa bertambah. Wira pun secara terbuka meminta korban lain untuk tidak ragu melapor.

"Kita berkolaborasi dengan wali murid dan pihak sekolah. Kami membuka pintu lebar-lebar bagi korban yang belum melaporkan diri. Silakan datang langsung ke Satreskrim Polres Tangsel, khususnya unit PPA. Tujuannya agar kita bisa memberikan upaya penyembuhan yang tepat untuk para korban," pungkasnya.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar