Langkah penguncian akun, sambungnya, dilakukan demi melindungi masa depan anak-anak yang fotonya beredar. "Kita kunci media sosial itu untuk kepentingan anak. Banyak fotonya, dan kita belum tahu pasti apakah mereka korban pelecehan atau bukan. Tapi langkah ini kita ambil untuk menjaga mereka," imbuhnya.
Yang membuat hati miris, lokasi kejadiannya justru di lingkungan sekolah. Tempat yang seharusnya aman dan nyaman untuk belajar. Polisi masih mendalami detail fakta ini lebih lanjut.
"Pelaku melakukan pelecehan terhadap anak di bawah umur di lingkungan sekolah," tegas Wira.
Di sisi lain, jumlah korban diprediksi masih bisa bertambah. Wira pun secara terbuka meminta korban lain untuk tidak ragu melapor.
"Kita berkolaborasi dengan wali murid dan pihak sekolah. Kami membuka pintu lebar-lebar bagi korban yang belum melaporkan diri. Silakan datang langsung ke Satreskrim Polres Tangsel, khususnya unit PPA. Tujuannya agar kita bisa memberikan upaya penyembuhan yang tepat untuk para korban," pungkasnya.
Artikel Terkait
Truk Bermuatan Batu Nyangkut di Casablanca, Evakuasi Berlangsung Alot
Polda Metro Jaya Gelar Rotasi Besar-besaran, Sejumlah Pejabat Kunci Digeser
Pendaftaran TKA 2026 Dibuka, Simak Tahapan dan Jadwal Lengkapnya
Tiga Pihak Sepakat, Awal Syakban 1447 H Jatuh pada 20 Januari 2026