Suasana ibadah Minggu di dua gereja di Kaduna, Nigeria utara, berubah jadi mimpi buruk. Kelompok bersenjata tiba-tiba menyerbu, menciptakan kepanikan. Yang lebih mencekam, mereka membawa lari 163 jemaat Kristen dari lokasi kejadian.
Ini bukan kejadian satu-satunya. Di Nigeria, terutama wilayah utara dan tengah, aksi penculikan massal untuk tebusan sudah seperti bisnis harian bagi para bandit. Mereka juga kerap menjarah desa-desa, meninggalkan trauma yang dalam. Menurut AFP yang melaporkan kejadian ini Selasa lalu, pola serangan seperti ini terus berulang.
Pendeta Joseph Hayab, yang mengepalai Asosiasi Kristen Nigeria untuk wilayah utara, menggambarkan suasana mencekam itu. Ia menyebut para penyerang datang dalam jumlah besar.
Serangan Minggu itu adalah yang terbaru dalam rentetan panjang penculikan. Yang jadi sasaran, baik umat Kristen maupun Muslim. Sebuah laporan keamanan PBB yang juga dilihat AFP mencatat lebih dari 100 orang diculik. Laporan itu memperingatkan, serangan lanjutan sangat mungkin terjadi di daerah-daerah terpencil negara bagian tersebut.
Lokasi kejadiannya di desa Kurmin Wali, distrik Kajuru. Daerah ini mayoritas Kristen. Para pria bersenjata itu menyerang tepat saat misa Minggu berlangsung.
Artikel Terkait
Herdman Hadapi Kekosongan Skuad, Buka Peluang Pemain Muda di FIFA Series
Serangan Udara Guncang Teheran, Iran Balas ke Tel Aviv
Sinar Mas Wakafkan 2.000 Mushaf Alquran ke Dewan Masjid Indonesia
Polisi Ungkap Modus Baru Penipuan via Stiker QR Code di Jaksel