Tak cuma itu. Mereka juga sedang melakukan normalisasi aliran sungai di sekitar jalan. Ini langkah preventif. Biar tekanan air tidak lagi menghantam badan jalan dan menyebabkan kerusakan berulang di masa depan.
Untuk mengejar target, puluhan alat berat dikerahkan. Elsa menyebut angkanya 32 unit, yang bekerja secara intensif dari satu titik ke titik lain, merata sepanjang area yang rusak, bahkan hingga ke kawasan ikonik Jembatan Kembar.
Lalu, bagaimana dengan kondisi Jembatan Kembar yang legendaris itu? Elsa memastikan, secara struktur, jembatan itu masih aman dilalui. Meski begitu, penguatan tambahan pada bagian dasar dan pondasi tetap dilakukan. Siapa tahu, kan, ini untuk jaga-jaga dalam jangka panjang.
Supaya lalu lintas tidak terlalu terganggu, sebagian besar pekerjaan material justru dilakukan pada malam hari. Strategi ini diambil sebagai bentuk kompromi. Di satu sisi, proyek harus berjalan cepat. Di sisi lain, aktivitas warga juga perlu dihormati.
Jadi, begitulah situasinya sekarang. Lembah Anai yang biasanya tenang, kini jadi pusat perhatian. Proyek perbaikan berjalan dengan tempo yang cukup cepat, ditunjang puluhan alat berat dan kerja para pekerjanya yang tak kenal waktu. Semua berharap, Juli nanti, urat nadi Sumbar ini sudah benar-benar pulih.
Artikel Terkait
Korban Baru Lapor Polisi, Rp 1 Miliar Raib Diduga Tipu Trading Timothy Ronald
Tim SAR Temukan Barang Korban dan Serpihan Pesawat di Medan Terjal Bulusaraung
Nadiem Sindir Kesaksian Saksi Kasus Chromebook: Sangat Lucu, Seperti Copy Paste
Ledakan Kabul Guncang Hotel, Tewaskan 7 dan Lukai Belasan Warga