Nuansa berbeda justru terasa di hotel tempat Presiden menginap. Begitu tiba, Prabowo disambut riuh oleh sejumlah menteri kabinet yang datang lebih dulu, staf KBRI London, dan yang paling berwarna oleh puluhan mahasiswa serta diaspora Indonesia.
Dengan santai, Prabowo menyapa dan menjabat tangan satu per satu. Beberapa percakapan singkat terjalin, terutama seputar jurusan studi yang sedang ditekuni para mahasiswa. Suasana cair dan penuh kehangatan.
Momen itu jelas meninggalkan kesan mendalam. Seperti yang diungkapkan Alma, mahasiswi asal Merauke yang sedang menempuh magister Manajemen Bisnis di University of Sussex. “Ini pengalaman yang sangat luar biasa sekali. Pengalaman pertama juga melihat Presiden,” ujarnya, suara terdengar haru.
Alma bercerita, Prabowo sempat menanyai jurusan mereka. Baginya, kehadiran presiden di tengah diaspora seperti penegasan betapa pentingnya pendidikan sebagai fondasi bangsa. “Semoga dengan pendidikan mampu membawa Indonesia Emas 2045,” harapnya. “Bagi saya dari timur, ini kebanggaan tersendiri. Kehadiran Bapak menunjukkan bahwa pendidikan itu sangat penting.”
Perasaan senasib diungkap Jovan, mahasiswa lain yang hadir. “Kita jujur, bisa dikatakan amazed,” katanya. “Karena kan beliau sangat humble, tadi juga beliau menyalami banyak sekali masyarakat, dari mulai tim KBRI sampai mahasiswa. Kita merasa senang, karena kami sudah menyambut beliau, dan beliau akhirnya balik menyambut kami dengan baik.”
Pertemuan singkat itu pun berakhir. Namun, bagi para mahasiswa yang jauh dari rumah, rasanya seperti mendapat suntikan semangat. Sementara bagi Presiden, mungkin ini pengingat hangat bahwa diplomasi tak hanya terjadi di ruang rapat berpanel kayu, tapi juga di lobi hotel, di antara senyum dan harapan anak-anak muda Indonesia.
Artikel Terkait
Putin Dapat Tawaran Istimewa: Duduk di Dewan Perdamaian Gaza Gagasan Trump
Pin Prioritas LRT Jabodebek: Solusi Mudah Bagi Penumpang Berkebutuhan Khusus
Trump Kembali Ngotot: Dunia Tak Aman Tanpa Greenland di Bawah Kendali AS
Kamar Hotel Lenteng Agung Jadi Pabrik Narkoba Senilai Rp 2 Miliar