Udara London yang sejuk menyambut kedatangan Presiden Prabowo Subianto di Bandara Stansted, Minggu (18/1) waktu setempat. Penerbangan dengan rombongan terbatas itu mendarat malam hari, menandai awal kunjungan kenegaraan yang cukup padat.
Di bandara, beberapa wajah sudah menunggu. Ada Deputy Lieutenant of Essex Mark Bevan, perwakilan khusus Menlu Inggris Adele Taylor MBE, hingga Dubes RI untuk Inggris, Desra Percaya. Dubes Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey, dan Atase Pertahanan RI Kolonel Inf. Wiyata S. Aji juga hadir dalam sambutan yang hangat namun tetap resmi itu.
Agenda utamanya jelas: pertemuan tingkat tinggi. Hari-hari ke depan, Prabowo akan duduk bersama Perdana Menteri Inggris Keir Starmer. Rencananya, pertemuan digelar di Kantor Perdana Menteri. Ini momentum penting, tentu saja, untuk mengokohkan dialog dan kerja sama bilateral di berbagai bidang yang dianggap strategis oleh kedua pihak.
Tak cuma dengan PM. Jadwal juga mempertemukan Presiden dengan Raja Charles III di St. James's Palace. Pertemuan dengan sang kepala negara ini menjadi bagian dari rangkaian diplomasi klasik nan tinggi antara Indonesia dan Inggris.
Hubungan kedua negara sendiri memang sudah menjalar ke banyak sektor. Dari ekonomi sampai isu global, kerja sama yang terjalin sifatnya komprehensif. Kunjungan ini dipandang sebagai cara untuk terus memupuknya.
Artikel Terkait
Putin Dapat Tawaran Istimewa: Duduk di Dewan Perdamaian Gaza Gagasan Trump
Pin Prioritas LRT Jabodebek: Solusi Mudah Bagi Penumpang Berkebutuhan Khusus
Trump Kembali Ngotot: Dunia Tak Aman Tanpa Greenland di Bawah Kendali AS
Kamar Hotel Lenteng Agung Jadi Pabrik Narkoba Senilai Rp 2 Miliar