Rob Kembali Genangi Muara Angke, Warga Sudah Anggap Biasa

- Jumat, 05 Desember 2025 | 12:18 WIB
Rob Kembali Genangi Muara Angke, Warga Sudah Anggap Biasa

Jakarta Utara kembali digenangi air. Kali ini, banjir rob datang menyusup ke permukiman warga di sejumlah titik pada Jumat (5/12) lalu. Genangan air terpantau merendam kawasan dekat pelabuhan hingga jalan-jalan utama.

Di Jalan Dermaga Ujung, Muara Angke, situasinya cukup parah. Air laut itu tak cuma membanjiri jalan besar, tapi juga merembes masuk ke gang-gang sempit tempat warga tinggal. Gang 1 dan Gang 2 jadi yang paling kebagian. Ketinggian air di sana jelas lebih mengkhawatirkan dibanding spot lainnya.

Melihat kondisi itu, banyak warga yang memindahkan kendaraan mereka. Ratusan sepeda motor berjejer di badan Jalan Dermaga Ujung, berusaha diselamatkan dari risiko kerusakan akibat terendam.

Namun begitu, nggak semua orang mengeluh. Beberapa anak malah asyik bermain di genangan itu. Mereka berenang dan becanda, menjadikan rob yang mengganggu itu sebagai kolam renang dadakan.

Bagi warga sekitar, kejadian ini sudah seperti rutinitas. Menurut penuturan mereka, kawasan Muara Angke memang langganan rob setiap kali siklus bulan purnama tiba.

“Kalau bulan purnama begini, pasti tanggul meluap. Sudah biasa dari dulu,” keluh seorang warga.

Persoalan serupa juga terlihat di kawasan Pluit, tepatnya di Jalan Mandala Bahari. Lokasinya tak jauh dari tempat kapal-kapal bersandar. Meski genangannya nggak setinggi di Muara Angke, air rob tetap saja meluap hingga merambah Jalan Raya Pluit Karang Kayu Barat.

Sebenarnya, peringatan sudah lebih dulu disampaikan. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, telah mengingatkan publik bahwa gelombang pasang diprediksi memuncak pada Jumat (5/12) pagi itu, sekitar pukul 09.00 WIB.

“Seperti sekarang ini, hari ini tanggal 4, dari kemarin saya sudah mendapatkan data dan sudah menyampaikan ke publik bahwa banjir rob akan terjadi, dan terjadi hari ini. Puncak banjir rob itu besok tanggal 5 jam 09.00 pagi,” jelas Pramono dalam sebuah kesempatan di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta Pusat, sehari sebelumnya.

Pramono mengaku telah memerintahkan jajarannya, termasuk Dinas Sumber Daya Air dan BPBD, untuk bersiap. Langkah mitigasi difokuskan di wilayah-wilayah pesisir yang selalu jadi langganan banjir rob, seperti Muara Angke dan Marunda.

Ia menegaskan satu hal.

“Mitigasi bencana ini menjadi penting.”

Sayangnya, peringatan dan persiapan itu rupanya belum cukup untuk mencegah air laut masuk ke rumah-rumah warga. Rob tetap datang, menggenangi, dan mengganggu aktivitas seperti biasa.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler