jelas Dubes Santo.
Keinginan mereka pun berbeda-beda. Ada yang rindu pulang ke Indonesia secepatnya. Di sisi lain, tak sedikit yang masih berniat mencoba peruntungan, mencari pekerjaan lain di Kamboja meski baru lepas dari pengalaman buruk.
Untuk menangani situasi ini, KBRI Phnom Penh akan mengikuti prosedur standar yang sudah diterapkan untuk ribuan WNI sebelumnya. Mereka juga bakal memperkuat koordinasi, baik dengan otoritas Kamboja maupun dengan pihak berwenang di tanah air. Tujuannya jelas: memperlancar proses deportasi.
"Namun, seluruh WNI diarahkan untuk pulang ke tanah air secara mandiri,"
tandasnya.
Dubes Santo juga tak lupa memberikan peringatan keras. Ia mengingatkan agar WNI tidak mudah tergoda tawaran kerja ber-gaji fantastis namun minim syarat. Terlibat dalam kegiatan ilegal di negara orang, seperti sindikat penipuan ini, risikonya sangat besar. Iming-imingnya mungkin menggiurkan, tapi akhirnya sering berujung pada situasi sulit seperti yang kini terjadi.
Artikel Terkait
Pembina Pramuka di Bekasi Jadi Tersangka Dugaan Persetubuhan dengan Siswi
Kemenag Mulai Cairkan Tunjangan Profesi Guru Madrasah Secara Bertahap
Prabowo Bahas Peran Indonesia di Panggung Perdamaian Global dengan Ulama dan Ormas Islam
Bank Mandiri dan BNI Sediakan Setor-Tarik Pecahan Kecil via ATM Jelang Ramadan 2026