Nama Kezia Syifa tiba-tiba ramai diperbincangkan. Bukan karena prestasi biasa, melainkan karena ia disebut-sebut sebagai WNI yang memilih mengabdi di Army National Guard Amerika Serikat. Ceritanya jadi viral, tapi ada yang aneh: sosok yang muncul di video penjelasannya bukan manusia sungguhan, melainkan hasil kreasi kecerdasan buatan.
Video itu beredar luas di Instagram, salah satunya di akun @abid.4992. Dalam rekaman yang terlihat dibuat dengan teknologi AI, sosok mirip Kezia dengan tenang membeberkan alasannya bergabung dengan militer AS.
"Jadi, alasan aku kenapa mau jadi tentara Amerika, yang pertama adalah jadi tentara di Indonesia itu sulit, guys. Harus keluarin duit ratusan juta," ujar sosok dalam video tersebut, Kamis (22/1) lalu.
Ia lalu menambahkan, "Yang kedua, karena kita semua pasti tahulah di sana itu penghasilannya lebih besar dan jenjang karir yang lebih, pasti ya."
Selain dua alasan itu, "Kezia" dalam video AI itu juga bercerita tentang keinginannya untuk terus belajar dan mencoba hal-hal yang menurutnya tak bisa diraih di Indonesia. Meski status kewarganegaraannya dicabut, ia berharap bisa kembali suatu hari nanti sebagai warga sipil.
Semua ini berawal dari sebuah video lain yang lebih dulu viral. Video itu menunjukkan adegan haru seorang ibu melepas anak perempuannya yang mengenakan seragam militer AS dan hijab. Perempuan muda itulah yang kemudian diidentifikasi sebagai Kezia Syifa.
Adanya video AI yang menanggapi viralnya kabar tersebut justru membuat situasi semakin ruwet. Masyarakat pun dibikin penasaran, mana yang benar-benar fakta dan mana yang sekadar simulasi digital. Yang jelas, kasus ini menyisakan banyak tanya tentang mudahnya informasi dan disinformasi tersebar di era teknologi sekarang.
Artikel Terkait
Warkop Dg Anas: Meja Kopi Sederhana yang Menjadi Titik Temu Para Legenda Makassar
Mahfud MD Sebut Video Ceramah Jusuf Kalla di UGM Dimutilasi untuk Adu Domba Umat Beragama
Madura United Kalahkan Semen Padang 1-0 Berkat Gol Cepat Junior Brandão
Pemprov Sulsel Gerak Cepat Tangani Kasus Santri Diduga Dipaksa Pakai Vape Berbahaya di Pangkep