Dia lalu memberi contoh. Di Banda Aceh, banyak pengungsi yang pindah ke daerah yang lebih aman. Perpindahan massal ini, katanya, memicu inflasi di lokasi tujuan.
Efek berantainya juga terlihat jelas di Sumatera Utara. Ambil contoh Nias. Wilayahnya sendiri mungkin tidak kebanjiran, tapi Kota Sibolga yang jadi pintu gerbangnya justru lumpuh total.
Tito melanjutkan,
Jadi, keputusan mengembalikan dana penuh ke semua daerah itu bukan tanpa alasan. Mereka ingin mengantisipasi dampak ekonomi yang sudah mulai merayap ke mana-mana.
Artikel Terkait
KPK Naikkan Status Perkara OTT Pekalongan ke Tahap Penyidikan
Wardatina Mawa Ajukan Gugatan Cerai, Tuntut Hak Asuh Penuh Anak
BMKG Prediksi Musim Kemarau 2026 Lebih Panjang dan Lebih Awal
Safari Ramadan NasDem di Tulungagung Fokus Konsolidasi untuk Pemilu 2029