Sebuah Dedikasi yang Menggegerkan
Begitu penghargaan itu resmi dipegang, Machado langsung mendedikasikannya. Pertama, tentu saja, untuk rakyat Venezuela yang terus menderita. Namun kemudian, dengan nada penuh keyakinan, ia juga mendedikasikannya untuk Donald Trump.
"Saya mendedikasikan hadiah ini untuk rakyat Venezuela yang menderita, dan kepada Presiden Trump atas dukungan tegasnya bagi perjuangan kita!" tulis Machado dalam sebuah pernyataan di media sosial.
Dukungan Trump, menurutnya, adalah kunci. "Kita berada di ambang kemenangan dan hari ini, lebih dari sebelumnya, kita mengandalkan Presiden Trump, rakyat Amerika Serikat, rakyat Amerika Latin, dan negara-negara demokrasi di dunia sebagai sekutu utama kita untuk mencapai kebebasan dan demokrasi," sebutnya.
Langkah ini punya konteks politik yang kuat. Dedikasi untuk Trump itu disampaikan sekitar sebulan setelah AS mengerahkan kekuatan militer besar-besaran di dekat perairan Venezuela. Waktu itu, Washington juga melancarkan serangan terhadap kapal-kapal yang diduga membawa narkoba.
Machado sendiri seharusnya menjadi kandidat presiden dari kubu oposisi pada pemilu 2024. Sayangnya, pemerintah Maduro memblokir pencalonannya. Meski begitu, Komite Nobel tetap memberi penghormatan. Mereka memuji kerja keras Machado yang tak kenal lelah, memperjuangkan transisi yang adil dan damai dari cengkeraman kediktatoran menuju demokrasi.
Artikel Terkait
Barcelona Menang 3-0, Atletico Madrid Lolos ke Final Copa del Rey
Pyridam Farma Percepat Ekspansi Pabrik Obat Steril untuk Jawab Lonjakan Permintaan
Carrick Waspadai Tren Negatif Meski Awal Gemilang di Manchester United
Megawati Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei