Komunikasi, bagi Unifah, adalah kunci utama menyelesaikan masalah ini. Mediasi harus diutamakan.
"Sebaliknya, anak-anak juga harus bisa menahan diri. Di sinilah peran kita semua," tegasnya.
PGRI sendiri tak tinggal diam. Mereka akan mendampingi Agus dalam proses mediasi yang akan datang. Tujuannya jelas: memberi pemahaman kepada masyarakat, terutama wali murid, bahwa sang guru sama sekali tak punya niat jahat.
"Agus, meski dikeroyok, tidak ingin membawa ini ke ranah hukum. Dia sadar betul perannya sebagai pendidik. Anak-anak itu butuh bimbingan, bukan hukuman semata," tutur Unifah menjelaskan.
"Dengan lapang dada, itulah yang dia tunjukkan."
Artikel Terkait
Kampus Kedokteran Unsri Dikecam, Senior PPDS Bully Junior Cuma Dapat Sanksi Tempel
Boyolali Jadi Saksi: Desa Menggelora di Hari Desa Nasional 2026
Video Aksi Tak Senonoh di Bus Transjakarta Viral, Pelaku Diserahkan ke Polisi
Denmark Tolak Mentah-mentah Ambisi Trump Akuisisi Greenland