Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mendorong adanya penambahan personel di wilayah Sumatera yang porak-poranda akibat bencana. Dia memanggil TNI, Polri, hingga berbagai sekolah kedinasan untuk turun tangan. Tujuannya jelas: mempercepat pemulihan dan pembangunan kembali di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Saat rapat koordinasi di kantornya, Kamis lalu, Tito membeberkan kondisi di lapangan. Menurutnya, sebagian besar pemerintahan kabupaten sudah berjalan, tapi Aceh Tamiang benar-benar lumpuh.
"Kantor dan dinas di sana sempat down total," ujarnya.
Namun begitu, situasi mulai berubah setelah bantuan berdatangan. Tito menyebutkan gelombang pertama datang dari TNI dan Polri. Lalu, menyusul lebih dari 1.100 taruna IPDN, 500 dari Politeknik Ilmu Pemasyarakatan, dan terakhir 1.142 personel dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Mereka semua dikerahkan untuk mengangkat Aceh Tamiang dari lumpur dan puing.
Dan ternyata, bantuan masih akan terus mengalir. Dalam waktu dekat, akan ada tambahan kekuatan dari kegiatan Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara (Latsitarda) yang melibatkan akademi TNI dan Polri.
"Minggu depan, saya dengar ada sekitar 2.000 personel dari Latsitarda. Sebagian besar akan ditumpahkan ke Tamiang," jelas Tito. "Lalu juga ke Aceh Timur, Aceh Utara, dan Pidie. Daerah-daerah yang masih terendam lumpur itu. Mereka akan bergerak door to door."
Dia bahkan meminta dokumentasi kerja mereka ditampilkan. "Kalau boleh, tampilkan foto-fotonya," tambahnya.
Di sisi lain, Tito merasa kebutuhan tenaga di lapangan masih sangat besar. Dia pun membuka pintu lebar-lebar bagi sekolah kedinasan lain yang ingin mengirimkan pasukannya.
Artikel Terkait
Wartawan Lagi Liput Curanmor, Malah Motornya Sendiri yang Raib
RUU Perampasan Aset: Ujian Nyata Komitmen DPR Berantas Korupsi
Cak Imin Peringatkan Ancaman Kemiskinan dan Tergerusnya Kelas Menengah Akibat Bencana Sumatera
Genangan Air Kembali Serbu Desa Idaman, Ratusan Jiwa Terdampak