Lewat unggahan di media sosial X, Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt menyebut beberapa negara yang terdampak. Somalia ada di daftar itu negara yang kerap diserang Trump dengan kata-kata pedas, terutama setelah kasus pendanaan di Minnesota yang melibatkan imigran. Rusia dan Iran juga termasuk.
Tapi rupanya, bukan hanya negara yang punya hubungan tegang dengan Washington. Menurut seorang pejabat AS, beberapa negara yang selama ini bersahabat juga kena imbas. Brasil dan Mesir, misalnya. Bahkan tetangga dekat Indonesia seperti Thailand juga disebut-sebut.
Negara-negara lain yang akan menghadapi penangguhan ini cukup beragam. Nigeria, negara terpadat di Afrika, masuk dalam daftar. Begitu pula Irak dan Yaman.
Sayangnya, daftar resmi dan lengkap dari Departemen Luar Negeri belum dirilis. Namun, dari informasi yang beredar salah satunya dari Reuters jumlahnya mencapai puluhan. Afghanistan, Albania, Aljazair, sampai Belize dan Bhutan. Lalu ada Kamboja, Kolombia, Kuba, dan banyak lagi. Guatemala, Haiti, dan puluhan negara lainnya sepertinya harus menunggu.
Kebijakan ini jelas menimbulkan tanda tanya besar. Bagaimana implementasinya, dan apa dampak jangka panjangnya terhadap hubungan AS dengan banyak negara, masih harus dilihat.
Artikel Terkait
Berkas Perkara Kebakaran Terra Drone Resmi Diserahkan ke Kejaksaan
Batas Nominasi Apresiasi Konektivitas Digital 2026 Diperpanjang hingga Akhir Januari
Buruh Bergerak ke Kemnaker, Tuntut UMP DKI Rp 5,89 Juta
Ammar Zoni Buka Suara di Sidang: Saya Hanya Jadi Gudang Sabu Milik Andre