Dari Gunungan Sampah, Aan Andasari Merajut Mimpi dan Rupiah

- Selasa, 02 Desember 2025 | 17:15 WIB
Dari Gunungan Sampah, Aan Andasari Merajut Mimpi dan Rupiah

Gunungan sampah di Bantar Gebang, bagi banyak orang, adalah simbol masalah. Tapi bagi Aan Andasari, justru di situlah peluangnya bersemi. Berbekal kepedulian pada lingkungan dan tekad menggerakkan ekonomi keluarga, perempuan ini membangun Wasteforreuse. Ia mengubah barang-barang buangan menjadi tas, rompi, dan beragam kerajinan tangan yang punya nilai jual.

Namun begitu, perjalanannya tak semulus yang dibayangkan. Butuh modal dan pembinaan. Di sinilah peran PT Permodalan Nasional Madani (PNM) muncul. Aan memutuskan bergabung sebagai nasabah program Mekaar di tahun 2020.

"Saya ingin membuktikan bahwa sampah bukan selalu masalah, tapi bisa menjadi solusi," ujarnya.

Ia merasa program itu bukan cuma menyuntikkan dana. Lebih dari itu, memberikan pendampingan terstruktur dan yang paling penting: kepercayaan diri. "Modal usaha dari PNM bukan hanya dana, tapi juga dorongan mental dan rasa percaya diri untuk melangkah lebih jauh," tambah Aan.

Gerakannya jelas punya dampak ganda. Di satu sisi, ia memberdayakan ekonomi. Di sisi lain, ini adalah bentuk tanggung jawab langsung pada lingkungan sekitarnya. Lokasi usahanya yang berdekatan dengan TPST Bantar Gebang membuat misinya terasa sangat konkret.

“Usaha kita boleh dikatakan dari lingkungan untuk lingkungan. Kita ingin sedikitnya mengurangi sampah yang ada di Bantar Gebang dengan cara melestarikannya lewat karya,” ungkapnya.

Tak berhenti di situ, Aan secara aktif melibatkan ibu-ibu rumah tangga sekitar. Bahkan anak-anak diajak serta. Tujuannya sederhana: menumbuhkan benih kreativitas sejak dini. Ia percaya itu bisa jadi bekal berharga untuk masa depan mereka.

“Kita timbulkan kreasi dan kreativitas untuk ibu-ibu nasabah PNM. Anak-anak juga kita ajak supaya bisa menumbuhkan kreativitas sejak dini,” kata Aan.

Hasilnya? Cukup signifikan. Omzet bulanan yang awalnya hanya berkisar ratusan ribu rupiah, kini melambung hingga Rp 5-6 juta. Tapi Aan tak mau sukses ini dinikmati sendirian. Ia merekrut anggota keluarga dan masyarakat sekitar Bantar Gebang untuk terlibat.

“Kita satu keluarga, tapi juga merekrut para nasabah PNM. Kita pengennya bukan hanya kita yang bisa melestarikan lingkungan, tapi orang-orang di sekitar kita juga bisa,” tegasnya.

Cerita Aan Andasari ini menunjukkan satu hal: pemberdayaan ekonomi dan kelestarian lingkungan bisa berjalan seiring. Dengan langkah kecil dan dukungan yang tepat, perubahan nyata ternyata bisa dimulai bahkan dari tumpukan sampah sekalipun.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar