Cerita ini punya latar belakang yang menarik. Pada Desember lalu, Natanson menulis artikel tentang pemangkasan pekerjaan federal. Dalam pelaporannya, ia bahkan mem-posting nomor telepon amannya di sebuah forum daring untuk pekerja pemerintah. Banyak yang kemudian menghubunginya, bercerita soal pemotongan anggaran dan perubahan kebijakan radikal di masa jabatan kedua Trump.
Di sisi lain, iklim bagi media di Pentagon memang sudah berubah drastis. Tahun lalu, Departemen Pertahanan membatasi akses pers di dalam gedungnya. Beberapa kantor media sampai harus dikosongkan, sementara jumlah pengarahan untuk jurnalis dipangkas habis-habisan.
Kebijakan baru itu tak diterima begitu saja. Sejumlah media besar baik AS maupun internasional seperti The New York Times, AP, AFP, dan Fox News menolak menandatanganinya. Akibatnya, kredensial akses pers mereka pun dicabut. Situasi yang cukup menggambarkan ketegangan antara pemerintah dan dunia jurnalisme saat ini.
Artikel Terkait
Hakim Ad Hoc Gerah, Ancaman Mogok Sidang Menggema
Menteri Iran Bantah Rencana Hukuman Mati untuk Para Pendemo
Bogor Tutup Keran, Sampah Tangsel Menggunung Tanpa Solusi
DPR Desak Audit Menyeluruh Usai Aksi Perundungan di PPDS Mata Unsri