"Jadi mohon, jangan sampai hal-hal begini kita teruskan. Banyak hal yang harus kita selesaikan bersama," pinta Khalid.
Di sisi lain, ia menekankan bahwa sekadar pemberitahuan akan sangat berarti. Itu adalah bentuk penghargaan.
"Percaya, saya nggak munafik. Minimal kalau kami ditanya warga, kami bisa jawab, 'Ya, ada Pak Menteri kami di sini'. Itu satu kebanggaan bagi kami. Tolong hargai itu," tambahnya.
Mendapat teguran langsung, Menteri Sakti Wahyu Trenggono pun tak tinggal diam. Ia langsung menyampaikan permohonan maaf.
"Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada Pak Khalid," kata Trenggono.
Ia beralasan, saat itu situasi benar-benar dalam kondisi darurat dan memicu kepanikan. Banyak program KKP, seperti pembangunan kampung nelayan, yang terdampak bencana sehingga timnya langsung bergerak cepat.
"Hari kedua, kami langsung kirim seluruh armada. Total sudah 250 ton, ada baju, makanan, dan lain-lain. Kami panik, jujur saja."
Trenggono bahkan menyebut bahwa kementeriannya termasuk yang pertama berhasil menembus distribusi bantuan ke daerah terisolasi seperti Aceh Tamiang.
"Bukan untuk narsis, tapi fakta itu yang terjadi. Sekali lagi, kami memohon maaf karena tidak memberi kabar," imbuhnya menutup pembelaan.
Artikel Terkait
Iran Klaim Serang 27 Pangkalan AS dan Sasaran Israel di Tengah Eskalasi
Presiden Iran Sumpah Balas Dendam Usai Khamenei Tewas dalam Serangan AS-Israel
Ramadan Ubah Jam Kerja di Belasan Negara, Termasuk yang Non-Muslim Mayoritas
Iran Serang Dubai, Bandara Tersibuk Dunia Alami Kerusakan