Suasana langsung berubah jadi riuh. Warga berkerumun, polisi berdatangan. "Iya, rame banget. Kemarin polisinya juga meriksa di sini. Meriksa sopirnya," kenang Idan.
Efek langsungnya? Kemacetan panjang. Proses evakuasi yang dimulai sekitar pukul empat sore itu membuat lalu lintas tersendat parah. "Sampai jam 6-an (macetnya)," ucapnya.
Dari pihak kepolisian, Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Komarudin memberikan penjelasan. Bus listrik Transjakarta dengan nomor NRKB B-7022-TGX itu dikemudikan oleh seorang berinisial KM, melaju dari arah Cilandak menuju Tanjung Barat.
Namun begitu, bus itu mengalami "out of control" saat berada di kolong flyover Tanjung Barat. "Setibanya di kolong layang tol JORR, diduga kurang hati-hati menabrak tiang," ungkap Komarudin.
Akibat insiden tersebut, satu penumpang mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke Rumah Sakit Pasar Rebo. Sementara bagian depan bus rusak cukup parah.
Merespons kejadian ini, PT Transjakarta tak tinggal diam. Mereka menyampaikan permohonan maaf secara resmi.
"Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan," kata Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan dan Hubungan Masyarakat Transjakarta, Tjahyadi DPM.
Lebih lanjut, Tjahyadi menegaskan bahwa fokus utama mereka adalah keselamatan penumpang. "Korban langsung mendapatkan perawatan di RS Pasar Rebo, dan seluruh biaya pengobatan ditanggung sepenuhnya oleh pihak operator," sambungnya.
Artikel Terkait
Menko Zulkifli Hasan Soroti Standar Tinggi Dapur Gizi Polri di Kunjungan Mendadak
Menteri Yandri Susanto Gandeng Raffi Ahmad hingga Kemendag untuk Pacu Desa
Istri Tersangka Kemnaker Divonis Minta Maaf Terbuka Usai Langgar Kode Etik KPK
Kapolresta Blusukan di Tengah Genangan, Bawa Bantuan dan Tim Medis ke Kasemen