Banjir yang melanda sejak Sabtu pagi (10/1) di perbatasan Entikong, Sanggau, tak hanya menghentikan aktivitas warga. Lebih dari itu, bencana ini sempat menghalangi perjalanan terakhir dua jenazah menuju rumah duka mereka di Desa Nekan. Ambulans yang mengangkut jasad terpaksa berhenti, terperangkap oleh genangan air yang memutus jalan.
Di tengah situasi sulit itu, muncul aksi gotong royong yang menyentuh. Kapolsek Beduai, AKP Heri Triyana, tak tinggal diam. Bersama personel Koramil dan sejumlah warga, ia turun langsung ke lokasi banjir. Tujuannya satu: memastikan jenazah sampai ke tangan keluarga yang sudah menunggu dengan cemas.
“Jenazahnya dari RSUD Sanggau mau dibawa ke Entikong, tapi terhenti di wilayah kita karena ambulans yang dari Sanggau tidak bisa lanjut akibat banjir,” jelas Heri.
“Jadi kita sama-sama memikulnya untuk diseberangkan,” tambahnya.
Pagi itu, Jalan Lintas Negara di Kecamatan Beduai terendam di tiga titik. Ketinggian air bervariasi, mulai dari satu meter hingga satu setengah meter. Dengan mengenakan seragam cokelat Polri yang basah, AKP Heri terlihat memanggul peti jenazah di bahunya. Mereka berjalan kaki menembus banjir.
Artikel Terkait
Hujan Deras Pagi Ini, Jakarta Terjebak Lautan Logam yang Diam
Ramadan 2026: Potensi Dua Hari Suci Kembali Menghiasi Indonesia
Hujan Deras Lumpuhkan Transjakarta, Rute Ini Paling Parah
Waspada Banjir, Status Siaga di Dua Titik Ibu Kota Naik ke Level 3