Tak Hanya Bantu Siswa, Tapi Ciptakan Lapangan Kerja
Dampak program ini ternyata lebih luas. Di fase awal, Sekolah Rakyat telah menyerap lebih dari tujuh ribu tenaga kerja. Ribuan di antaranya adalah guru, sisanya tenaga kependidikan. Angka ini diprediksi akan terus membengkak seiring dengan pembangunan sekolah permanen yang sudah dimulai di lebih dari seratus lokasi.
Konsep Asrama dan Kurikulum Fleksibel
Sekolah Rakyat mengadopsi sistem boarding school. Semua kebutuhan hidup dan belajar siswa ditanggung negara, dari seragam, makan, sampai tempat tinggal. Tujuannya, membentuk karakter mandiri dan disiplin.
Kurikulumnya juga tidak kaku. Mereka pakai sistem Multi Entry-Multi Exit, yang memungkinkan siswa belajar berdasarkan capaian individu, bukan terpaku pada kalender akademik seragam. Pendekatannya personal, mengacu pada hasil pemetaan bakat tadi.
Seperti Miniatur Program Pengentasan Kemiskinan
Yang menarik, program ini tidak berjalan sendiri. Di bawah koordinasi Kemensos, Sekolah Rakyat menjadi semacam proyek percontohan pengentasan kemiskinan terpadu. Berbagai program pemerintah lain ikut menyatu di sini.
Orang tua siswa juga dapat pendampingan, bantuan perbaikan rumah, jaminan kesehatan, hingga menjadi anggota koperasi.
"Rumahnya nanti akan dibantu, orang tuanya jadi anggota Koperasi Desa Merah Putih, dapat bantuan sosial lengkap... dapat PBI JKN, dapat makan bergizi dan cek kesehatan," jelas Gus Ipul.
Masa Depan Siswa Sudah Dipikirkan
Bagaimana nasib siswa setelah lulus? Ini juga sudah dipersiapkan. Proses hilirisasi dimulai sejak dini. Siswa yang ingin kuliah akan difasilitasi beasiswa kerja sama dengan sejumlah universitas. Bagi yang ingin langsung kerja, Kemensos berkolaborasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan.
Bahkan, siswa jenjang SMP yang punya kemampuan akademik bagus akan mendapat jalur untuk melanjutkan ke Sekolah Garuda.
Jadi, program ini seperti sebuah ekosistem lengkap. Bukan sekadar menyekolahkan anak, tapi mengangkat derajat seluruh keluarganya. Tantangannya tentu besar, terutama dalam konsistensi pelaksanaan. Tapi setidaknya, langkah awal sudah dimulai.
Artikel Terkait
Hujan Deras Pagi Ini, Jakarta Terjebak Lautan Logam yang Diam
Ramadan 2026: Potensi Dua Hari Suci Kembali Menghiasi Indonesia
Hujan Deras Lumpuhkan Transjakarta, Rute Ini Paling Parah
Waspada Banjir, Status Siaga di Dua Titik Ibu Kota Naik ke Level 3