Prabowo dan Pesan Tersembunyi untuk Siswa Sekolah Rakyat

- Minggu, 11 Januari 2026 | 13:00 WIB
Prabowo dan Pesan Tersembunyi untuk Siswa Sekolah Rakyat

Hormat untuk Pahlawan di Balik Layar

Perhatiannya tak hanya untuk siswa. Di hadapan lebih dari dua ribu guru dan kepala sekolah Sekolah Rakyat di JIExpo Kemayoran, Prabowo melakukan sesuatu yang mengejutkan. Ia memberikan hormat.

"Saya ini prajurit," katanya, menjelaskan tindakannya. "Di tentara kita ada kebiasaan, kalau kita sangat bangga dengan anak buah, pemimpin harus hormat ke anak buah. Saya Presiden Indonesia, saya bangga dengan kalian semua."

Gestur itu, sederhana namun kuat, menyiratkan apresiasi yang dalam pada para pengajar yang menjadi ujung tombak program ini.

Lebih Dari Sekadar Sekolah

Pada intinya, Sekolah Rakyat adalah gagasan Prabowo untuk memutus mata rantai kemiskinan yang sudah turun-temurun. Program ini menyasar anak-anak dari keluarga paling membutuhkan, tanpa tes seleksi. Hingga 2025, sudah ada 166 sekolah rintisan yang beroperasi, menampung hampir 16.000 siswa dengan dukungan ribuan tenaga pendidik.

Tapi cakupannya lebih luas dari sekadar kelas. Program ini ibarat miniatur pengentasan kemiskinan yang terintegrasi. Siswa dapat cek kesehatan gratis, makan bergizi, dan dilindungi oleh jaminan kesehatan. Bahkan keluarganya pun mendapat pendampingan, mulai dari bantuan sosial, program pemberdayaan, hingga dukungan untuk mendapatkan hunian yang layak.

Tujuannya jelas: menciptakan generasi yang tak cuma pintar akademis, tapi juga berkarakter dan terampil. Siap untuk melanjutkan pendidikan, terjun ke dunia kerja, atau memulai usaha. Menjadi agen perubahan bagi diri sendiri dan keluarganya.

Puncak di Banjarbaru

Perjalanan program ini akan mencapai momen penting Senin depan. Prabowo, bersama jajaran menteri dan kepala daerah, akan meresmikan Sekolah Rakyat Terpadu di Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Acara itu tak akan sekedar seremonial. Rencananya, para siswa dari berbagai Sekolah Rakyat akan unjuk kebolehan. Mulai dari baris-berbaris, pertunjukan teater, paduan suara, hingga pidato dalam tiga bahasa: Arab, Inggris, dan Mandarin. Sebuah pertunjukan nyata dari hasil perhatian dan perjuangan yang selama ini digaungkan.


Halaman:

Komentar