Warga Bandung Berharap, Lampu Jalan yang Mati Segera Diperbaiki

- Rabu, 07 Januari 2026 | 20:06 WIB
Warga Bandung Berharap, Lampu Jalan yang Mati Segera Diperbaiki

Lampu jalan yang mati di sejumlah sudut Kota Bandung akhirnya mendapat perhatian serius. Pemerintah kota kini mulai bergerak memperbaiki PJU yang tak berfungsi itu. Aksi ini diambil setelah banyak laporan warga mengalir, entah karena lampunya padam atau cahayanya terhalang rimbunnya pepohonan.

Wali Kota Bandung, Farhan, memastikan penanganan sudah dimulai. Menurutnya, timnya sedang melacak titik-titik bermasalah di seluruh penjuru kota.

“Dalam kerangka prakarsa kami sedang melacak semua wilayah yang PJL maupun PJU-nya mati,” ujarnya.

Yang menarik, Farhan menegaskan perbaikan ini dilakukan tanpa memandang status jalan. Jadi, baik itu jalan yang wewenangnya di tingkat kota, provinsi, bahkan nasional, selama ada di wilayah Bandung akan dicoba untuk ditangani.

“Mau itu ada di jalan kota, jalan provinsi, jalan nasional kita langsung perbaiki sebisa mungkin,” katanya.

Pernyataan itu dia sampaikan usai menghadiri acara Siskamling Siaga Bencana di Kantor Kelurahan Pasanggrahan, Ujungberung, Rabu lalu. Memang, urusan penerangan jalan ini bukan hal sepele. Ini menyangkut rasa aman dan nyaman warga, terutama di lokasi yang rawan kejahatan atau kecelakaan.

Keluhan warga sendiri sudah lama mengemuka. Ambil contoh dari RW 10 di Kelurahan Cisaranten Bina Harapan, Kecamatan Arcamanik. Di sana, suasana gelap kerap menyelimuti beberapa ruas jalan. Warga merasa was-was, khawatir kondisi itu malah mengundang niat jahat di malam hari.

Dua warga, Aam (58) dan Joko (54), mengaku penerangan di wilayah mereka sudah lama tidak optimal. Lampu memang terpasang, tapi nyatanya banyak titik yang tetap gelap.

“Sebetulnya penerangan sudah ada dari lama, tapi gelapnya juga sudah lama. Kita sudah coba sampaikan ke pengurus, dan pengurus juga sudah berupaya. Mungkin kendalanya di dananya mungkin yaa, belum turun dari kelurahan, kecamatan, atau pemerintah mungkin,” keluh Aam.

Ruas yang paling dikeluhkan mencakup Jalan Golf Selatan V, Jalan Cisaranten Kulon, dan Jalan Arcamanik Endah. Jalur-jalur ini ramai dilalui masyarakat, khususnya para pekerja yang pulang-pergi setiap hari.

Rasa tidak aman itu beralasan. Menurut sejumlah saksi, kejadian seperti begal dan perampokan pernah terjadi di area yang minim cahaya itu.

“Kalau ada penerangan, itu secara tidak langsung bisa mencegah kejahatan. Karena di area sana beberapa kali sering terjadi begal atau perampokan. Mungkin karena jalannya gelap, tapi tidak di dua sisi, hanya sebelah saja,” kata Aam.

Ia menambahkan, penerangan yang ada pun belum merata. Dari seluruh ruas, mungkin baru sekitar 30 persen yang benar-benar terang.

“Masih ada sebagian yang gelap, belum sepenuhnya terang. Kira-kira baru 30 persen. Padahal kalau terang itu enak, kita bisa melihat orang yang lewat, itu warga atau orang lain. Jadi tidak curigaan,” jelasnya.

Harapannya jelas. Setelah aspirasi ini disuarakan, pemerintah bisa segera bertindak. Perbaikan dan penambahan PJU dinanti untuk mengusir kegelapan dan mengembalikan rasa aman bagi siapa pun yang melintas.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar