Puncak Haji Dimulai: Jemaah Mulai Diberangkatkan ke Arafah, Kemenag Imbau Jaga Stamina dan Kesehatan

- Selasa, 26 Mei 2026 | 14:10 WIB
Puncak Haji Dimulai: Jemaah Mulai Diberangkatkan ke Arafah, Kemenag Imbau Jaga Stamina dan Kesehatan

Pemberangkatan jemaah haji Indonesia menuju Arafah mulai dilakukan secara bertahap pada Senin, 25 Mei 2026, menandai dimulainya fase puncak ibadah haji yang memerlukan kesiapan fisik dan mental prima. Rangkaian ibadah di Armuzna singkatan dari Arafah, Muzdalifah, dan Mina menuntut stamina tinggi serta mobilitas yang intensif, sehingga Kementerian Haji dan Umrah mengeluarkan imbauan khusus bagi para jemaah.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Ulfa Assegaf, menekankan bahwa fase ini merupakan ujian terberat bagi kondisi fisik jemaah. Oleh karena itu, menjaga kesehatan menjadi bagian dari ikhtiar agar seluruh rangkaian ibadah dapat berjalan dengan aman, lancar, dan sempurna. Untuk mengantisipasi kondisi darurat, kementerian telah menyiagakan Pos Kesehatan Indonesia di Arafah dan Mina yang siap memberikan layanan medis secara cepat.

Para jemaah diimbau untuk tidak memaksakan diri di luar batas kemampuan. Selain itu, mereka diminta saling peduli dan segera melapor kepada petugas jika melihat anggota rombongan lain yang tampak kebingungan atau kelelahan. Kesadaran kolektif ini dinilai penting untuk mencegah insiden kesehatan yang tidak diinginkan selama puncak ibadah haji.

Dalam panduan resmi yang dirilis, Kementerian Haji dan Umrah memberikan sejumlah anjuran kesehatan. Jemaah diminta untuk selalu menjaga kondisi tubuh dengan istirahat yang cukup, disiplin makan secara teratur, dan memperbanyak minum air putih. Aktivitas yang tidak perlu sebaiknya dihindari agar energi tubuh tetap terjaga secara optimal.

Penggunaan alat pelindung seperti payung, masker, serta alas kaki yang nyaman juga dianjurkan saat beraktivitas di luar ruangan. Langkah ini penting untuk mengurangi risiko kelelahan akibat paparan cuaca panas yang kerap menyengat di kawasan Armuzna. Bagi jemaah yang memiliki riwayat penyakit tertentu, obat pribadi harus selalu dibawa dan diletakkan di tempat yang mudah dijangkau.

Apabila mulai merasakan gejala seperti lemas, pusing, sesak napas, atau gangguan kesehatan lainnya, jemaah disarankan segera menghubungi petugas kesehatan terdekat. Respons cepat terhadap gejala awal dapat mencegah kondisi yang lebih serius.

Sementara itu, Kementerian Haji dan Umrah juga mengingatkan seluruh jemaah untuk mematuhi ketentuan ihram selama menjalani rangkaian ibadah. Bagi jemaah laki-laki, dilarang memakai pakaian berjahit yang membentuk anggota badan, tidak menutup kepala dengan penutup yang melekat seperti peci atau sorban, serta tidak menggunakan alas kaki yang menutupi mata kaki dan tumit. Adapun bagi jemaah perempuan, selama dalam keadaan ihram tidak diperkenankan menutup wajah dengan cadar maupun menggunakan sarung tangan.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar