Italia Lakukan Revolusi Total, Panggil 21 Pemain Muda untuk Bangkit dari Gagal Piala Dunia 2026

- Selasa, 26 Mei 2026 | 12:00 WIB
Italia Lakukan Revolusi Total, Panggil 21 Pemain Muda untuk Bangkit dari Gagal Piala Dunia 2026

Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) mengambil langkah radikal dengan melakukan revolusi total di tubuh Timnas Italia. Pelatih interim Silvio Baldini secara mengejutkan merilis daftar skuad pada Selasa (26/5) yang menandai perubahan generasi besar-besaran di skuad Gli Azzurri. Langkah potong generasi ekstrem ini diambil sebagai respons langsung atas kegagalan Italia lolos ke putaran final Piala Dunia 2026.

Alih-alih mengandalkan nama-nama mapan yang gagal di kualifikasi, Baldini memilih mempromosikan mayoritas pemain muda dari timnas Italia U-21 ke level senior. Dampaknya, skuad Italia untuk Juni mendatang mencatatkan rekor rata-rata usia yang sangat belia, yakni hanya 20 tahun 6 bulan. Keputusan ini tentu mengundang pro dan kontra di kalangan publik sepak bola Italia, namun bagi tim yang sedang terluka, memberikan panggung bagi generasi baru tampaknya menjadi satu-satunya jalan logis untuk mengembalikan kejayaan.

Di tengah kepungan para pemain muda, sosok Gianluigi Donnarumma mencuat sebagai pengecualian. Kiper utama Manchester City ini menjadi satu-satunya pemain senior di atas usia 22 tahun yang tetap dipanggil Baldini. Donnarumma kembali dipercaya mengemban ban kapten utama, namun tugasnya kali ini dipastikan jauh lebih berat. Kiper bertubuh jangkung tersebut tidak hanya dituntut menjaga gawang Italia, tetapi juga memikul tanggung jawab besar sebagai mentor, pemimpin, sekaligus pembimbing mental bagi rekan-rekan barunya yang mayoritas belum memiliki caps internasional di level senior.

Komposisi skuad baru ini didominasi oleh talenta-talenta berbakat yang sedang naik daun di kompetisi domestik maupun Eropa. Sektor penjaga gawang memadukan pengalaman kelas dunia dengan talenta muda potensial. Donnarumma akan didampingi oleh dua kiper muda, yaitu Giovanni Daffara dari Avellino dan Lorenzo Palmisani dari Frosinone. Sementara itu, lini belakang Italia yang terkenal dengan tradisi pertahanan kokoh kini diisi oleh darah segar yang memiliki kecepatan tinggi, seperti Honest Ahanor (Atalanta), Davide Bartesaghi (AC Milan), Fabio Chiarodia (Borussia Mönchengladbach), Pietro Comuzzo (Fiorentina), Costantino Favasuli (US Catanzaro), Filippo Mane (Borussia Dortmund), Marco Palestra (Atalanta), dan Luca Reggiani (Borussia Dortmund).

Lini tengah yang akan menjadi motor permainan dinamis Gli Azzurri diisi oleh para pemain kreatif. Baldini memercayakan sektor ini kepada Matteo Dagasso (Venezia), Cher Ndour (Fiorentina), Giacomo Faticanti (Juventus), Luca Lipani (Sassuolo), Niccolo Pisilli (AS Roma), dan Lorenzo Venturino (Genoa). Adapun lini depan menjadi sektor yang paling menyita perhatian dengan hadirnya sejumlah striker muda tajam, termasuk penyerang masa depan AC Milan, Francesco Camarda. Selain Camarda, lini serang Italia akan mengandalkan Luca Koleosho (Burnley), Samuele Inacio (Borussia Dortmund), Francesco Pio Esposito (Inter Milan), Luigi Cherubini (AS Roma), Jeff Ekhator (Genoa), dan Seydou Fini (Genoa).

Dengan rata-rata usia yang sangat muda, kecepatan dan intensitas pressing tinggi diprediksi akan menjadi identitas baru permainan Italia di bawah asuhan Baldini. Karena absen dari panggung akbar Piala Dunia, rangkaian pertandingan uji coba resmi pada periode FIFA Matchday ini akan dimanfaatkan sepenuhnya untuk menguji kekompakan skuad barunya. Italia dijadwalkan melakoni dua laga tandang di Eropa, yaitu melawan Luksemburg pada Kamis, 4 Juni 2026 di Stade de Luxembourg, dan melawan Yunani pada Senin, 8 Juni 2026 di Pancretan Stadium, Heraklion.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar