Ferrari Resmi Luncurkan Mobil Listrik Perdana “Luce” Seharga Rp10 Miliar

- Selasa, 26 Mei 2026 | 14:20 WIB
Ferrari Resmi Luncurkan Mobil Listrik Perdana “Luce” Seharga Rp10 Miliar

Ferrari resmi meluncurkan mobil listrik baterai perdananya, sebuah langkah besar yang menandai era baru bagi pabrikan mobil mewah asal Italia tersebut. Mobil yang diberi nama Luce, yang berarti 'ringan' dalam bahasa Italia, dibanderol dengan harga lebih dari 100 ribu euro atau setara dengan sekitar Rp10 miliar. Peluncuran yang digelar di Roma pada Senin lalu ini telah dinantikan selama bertahun-tahun oleh para penggemar dan pelaku industri otomotif global.

Dalam proses pengembangan Luce, Ferrari menggandeng studio LoveFrom milik Jony Ive, mantan desainer senior Apple. Keterlibatan Ive menunjukkan ambisi Ferrari untuk tidak hanya bersaing dalam performa, tetapi juga dalam hal desain dan estetika. Pengiriman perdana mobil listrik ini kepada klien dijadwalkan akan dimulai pada Oktober mendatang.

Phil Dunne, direktur pelaksana di perusahaan konsultan Grant Thornton Stax, menilai langkah Ferrari ini sebagai sebuah pertaruhan yang berani. Menurutnya, keputusan tersebut merupakan hal yang baik karena menempatkan Ferrari sebagai pemimpin, bukan pengikut, di tengah transisi industri menuju elektrifikasi.

Di sisi lain, Ferrari justru menunda rencana pengembangan model listrik keduanya hingga setidaknya tahun 2028 karena permintaan yang dinilai masih lemah. Keputusan serupa juga diambil oleh Lamborghini, pesaing utama Ferrari dari Italia, yang membatalkan rencana meluncurkan mobil listrik pada 2030 dengan alasan kurangnya minat pelanggan.

Felipe Munoz dari Car Industry Analysis menilai Ferrari tidak mengharapkan Luce menjadi model yang laris di pasaran. Namun, kehadiran mobil ini dapat dipandang sebagai respons terhadap gempuran supercar listrik asal China yang mulai merambah pasar global.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar